Oleh Drs Muhammad Nashihudin, M.Si | Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur
JAKARTAMU.COM | Nabi Ibrahim AS seorang nabi yang sangat berani melawan para pemuja setan dan berhala.
Ayahnya bernama Azar pembuat patung pun diajak diplomasi tentang ketuhanan yang menyebabkan dia kalah sebelum bertanding.
Raja Namruz, juga dibuat kesal dan marah mendengar patung berhalanya dihancurkan berkeping-keping oleh Ibrahim.

Tanpa disidang di pengadilan Ibrahim AS langsung mendapatkan vonis dihukum dibakar’ hidup hidup.
Kerajaan Namruz akhirnya runtuh: Gegara, seekor nyamuk masuk ke telinga dan mempreteli jaringan otak Sang Raja pengangung berhala.
Sebagai seorang nabi, Ibrahim As pasti diberikan pertolongan oleh Allah Swt sehingga api yang membakar tidak dapat menyakiti tubuhnya.
Syirik, pada pandangan Islam, seperti semut hitam yang berjalan di tengah malam gulita di atas batu yang hitam.
Kisah di atas merupakan kisah sangat berharga bagi orang yang beriman, agar selalu terhubung dengan Allah Ta’ala dan bersandar hanya padaNya, tanpa melibatkan mahluk.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ بْرٰهِيْمَ اِذْ قَا لَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَا تَّقُوْهُ ۗ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ اِنْ كُنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Sembahlah Allah dan bertaqwalah kepada-Nya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 16)
اِنَّمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَا نًا وَّتَخْلُقُوْنَ اِفْكًا ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَا يَمْلِكُوْنَ لَـكُمْ رِزْقًا فَا بْتَغُوْا عِنْدَ اللّٰهِ الرِّزْقَ وَا عْبُدُوْهُ وَا شْكُرُوْا لَهٗ ۗ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
“Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 17)
Manusia memiliki akal pikiran seharusnya dapat memilih dan memilah pegangan hidup yang baik dan kokoh.
Sungguh sangat bodoh dengan kejumudannya bila saja seseorang itu punya keyakinan; Ada kekuatan selain Allah, mau pula ia jadi budak yang diyakininya.
Syirik merupakan dosa besar yang tidak akan diampuni dosanya bila mereka tidak mau bertaubat sebelum mati.
Ada pun mahluk yang disembah selain Allah, tentu tidak memiliki kelebihan atas diri mereka sendiri; Juga, tidak mempunyai kekuatan untuk menolong manusia dari berbagai masalah, malah semakin menderita.
Allah adalah Zat yang Esa, Tunggal: mampu menjaga ,mengendalikan semua yang ada di langit dan bumi tanpa meminta bantuan siapa pun.
Mentadabburi ayat berikut ini untuk memperkokoh pemikiran dan aqidah yang bersih dari noda syirik.
- Perlindungan Selain Allah Seperti Laba-laba
مَثَلُ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْلِيَآءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوْتِ ۚ اِتَّخَذَتْ بَيْتًا ۗ وَ اِنَّ اَوْهَنَ الْبُيُوْتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوْتِ ۘ لَوْ كَا نُوْا يَعْلَمُوْنَ
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 41)
- Berlindung pada Selain Allah Seperti Seekor Ulat
يٰۤـاَيُّهَا النَّا سُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَا سْتَمِعُوْا لَهٗ ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَنْ يَّخْلُقُوْا ذُبَا بًا وَّلَوِ اجْتَمَعُوْا لَهٗ ۗ وَاِ نْ يَّسْلُبْهُمُ الذُّبَا بُ شَيْـئًـا لَّا يَسْتَـنْـقِذُوْهُ مِنْهُ ۗ ضَعُفَ الطَّا لِبُ وَا لْمَطْلُوْبُ
“Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan. Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.” (QS. Al-Hajj 22: Ayat 73)
- Perlindungan Selain Allah Sangat Lemah
وَّاَنَّهٗ كَا نَ رِجَا لٌ مِّنَ الْاِ نْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَا لٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَا دُوْهُمْ رَهَقًا
“Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.” (QS. Al-Jinn 72: Ayat 6)
BERSAMBUNG…


