JAKARTAMU.COM | Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Pondok Ramadan Rumah Sakinah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 perempuan dari total 85 warga binaan Rumah Sakinah yang berasal dari berbagai latar belakang kerentanan sosial, termasuk korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), mantan pekerja seks komersial (PSK), dan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Ketua MPKS PP Muhammadiyah Mariman Darto mengatakan Rumah Sakinah dirancang sebagai ruang pendampingan bagi perempuan yang ingin memulai kembali kehidupannya.
“Rumah Sakinah diharapkan dapat berkembang dan hadir di berbagai daerah. Tempat ini menjadi ruang bagi perempuan untuk memperbaiki kehidupan mereka,” ujar Mariman melalui rilis yang diterima Senin (16/3/2026).
Pondok Ramadan tahun ini mengusung tema “Ramadan Berdaya: Membangun Kemandirian dan Memuliakan Martabat Warga Rentan.” Para peserta mengikuti kegiatan penguatan spiritual, diskusi reflektif, serta pelatihan keterampilan hidup. Program tersebut disiapkan untuk membantu peserta membangun kembali rasa percaya diri setelah mengalami berbagai tekanan sosial.
Wakil Ketua MPKS PP Muhammadiyah Faozan Amar menyampaikan pesan moral kepada para peserta agar tetap memiliki harapan.
“Orang yang baik bukanlah orang yang tidak pernah berbuat salah, tetapi orang yang menyadari kesalahannya dan berusaha memperbaikinya,” kata Faozan.

Baca juga: MPKS PP Muhammadiyah Mantapkan Konsolidasi dan Sinergi Program Sosial
Tiga Program Baru
Rumah Sakinah merupakan program pelayanan sosial Muhammadiyah yang memberi pendampingan bagi perempuan yang mengalami kekerasan, marginalisasi, atau eksploitasi. Pendampingan dilakukan melalui pendidikan nonformal, pelatihan keterampilan, serta dukungan psikososial agar para peserta mampu membangun kehidupan yang lebih stabil.
Dalam kegiatan Pondok Ramadan tersebut, MPKS juga meluncurkan tiga program baru untuk memperkuat kemandirian warga binaan. Program tersebut meliputi Koperasi Rumah Sakinah Matahari sebagai wadah penguatan ekonomi, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Sakinah Mentari untuk pendidikan nonformal, serta Lembaga Kursus dan Pelatihan Rumah Sakinah Bersinar yang menyediakan pelatihan keterampilan kerja.
Baca juga: Sayur Zepmu Mikro Ritel Diluncurkan, Hilirisasi Pertanian Muhammadiyah Dimulai dari Bukit Duri
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Waode Herlina yang hadir dalam kegiatan itu menyatakan dukungannya terhadap program pemberdayaan tersebut.
“Saya memahami apa yang ibu-ibu alami. Saya bangga karena para anggota Rumah Sakinah terus mau belajar. Saya siap menjadi bagian dari Rumah Sakinah,” ujarnya.
Sekretaris Rumah Sakinah Misran Lubis menjelaskan jumlah warga binaan yang terdaftar saat ini sekitar 85 orang. Mereka mengikuti berbagai program pendampingan yang mencakup penguatan mental, pendidikan keterampilan, hingga dukungan ekonomi.
“Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar para peserta benar-benar memiliki kesempatan memulai kehidupan baru,” kata Misran.
Melalui Rumah Sakinah, Muhammadiyah menyediakan ruang aman bagi perempuan yang pernah mengalami kekerasan atau eksploitasi untuk bangkit dan membangun masa depan yang lebih stabil. Program ini juga membuka ruang bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat dukungan sosial antarsesama.


