JAKARTAMU.COM | Korban jiwa di jalur Gaza kembali berjatuhan. Sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka menyusul serangan pesawat nirawak (drone) militer Israel yang menyasar kawasan Gaza tengah pada Rabu (3/6/2026) sore waktu setempat.
Koresponden kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan bahwa serangan udara tersebut menghantam halaman sebuah rumah warga yang terletak di dekat Bundaran Makki. Lokasi ledakan berada di dalam kawasan kamp pengungsian Al-Maghazi, sebuah pemukiman padat yang selama ini menjadi tempat berlindung ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal.
Dentuman keras akibat hantaman proyektil seketika mengubah situasi sore di kamp pengungsian tersebut menjadi mencekam. Warga sekitar berhamburan mencoba menyelamatkan diri di tengah kepulan asap, sementara sebagian lainnya bergegas mengevakuasi para korban yang terkapar di sekitar lokasi ledakan.
Otoritas medis setempat segera melarikan para korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Berdasarkan keterangan dari sumber medis, dari empat korban luka yang saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif, satu di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis akibat luka fatal yang diderita. Tim dokter masih terus berupaya menyelamatkan nyawa korban tersebut.

Kamp pengungsian Al-Maghazi, seperti halnya wilayah-wilayah lain di Jalur Gaza, terus menjadi titik rawan yang kerap berada di bawah bayang-bayang serangan udara. Penggunaan pesawat nirawak dalam operasi militer di kawasan padat penduduk ini kembali memicu kekhawatiran mendalam atas keselamatan warga sipil yang kian terjepit di tengah konflik tanpa kesudahan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak militer Israel mengenai target spesifik dari serangan udara di halaman rumah warga tersebut. Insiden maut ini menambah panjang daftar korban jiwa dan memperburuk krisis kemanusiaan yang tengah mencengkeram wilayah tersebut.


