JAKARTAMU.COM | Serangan udara Israel kembali mengguncang Gaza, Jumat (5/9/2025) dini hari. Sejumlah warga sipil tewas, termasuk anak-anak yang sedang tidur di tenda-tenda pengungsian. Insiden memilukan ini terjadi di sekitar Rumah Sakit al-Shifa, salah satu lokasi yang menjadi tempat perlindungan bagi warga yang terpaksa mengungsi akibat konflik berkepanjangan.
Menurut laporan koresponden Al Mayadeen, sedikitnya empat warga Palestina tewas dalam serangan udara di sebuah bangunan dekat Lapangan al-Saraya, jantung Kota Gaza. Dua di antaranya adalah anak-anak. Serangan terpisah juga menghantam tenda-tenda pengungsi, menewaskan tiga orang dan melukai banyak lainnya.
Di wilayah timur Gaza, artileri Israel dilaporkan menggempur permukiman warga, sementara drone bersenjata menembaki warga sipil yang mencoba melarikan diri dari zona konflik. Di utara Gaza, pasukan Israel dilaporkan meledakkan blok-blok perumahan di Beit Hanoun, menyebabkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal.
Korban Terus Bertambah, Tuduhan Genosida Menguat

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa jumlah korban tewas akibat perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 64.231 jiwa, dengan lebih dari 161.000 orang terluka. Sejak eskalasi kembali pada 18 Maret 2025, sebanyak 11.699 orang tewas dan 49.542 lainnya mengalami luka-luka.
Selain korban langsung akibat serangan, krisis kemanusiaan juga semakin memburuk. Sebanyak 370 orang, termasuk 131 anak-anak, dilaporkan meninggal dunia akibat kelaparan dan malnutrisi. Bahkan, 2.356 warga tewas saat berusaha mencari bantuan pangan, dengan lebih dari 17.000 lainnya terluka.
Pernyataan keras datang dari Wakil Presiden Komisi Eropa, Teresa Ribera, yang menyebut perang di Gaza sebagai bentuk “genosida” dan mengkritik keras sikap pasif Uni Eropa. “Genosida di Gaza memperlihatkan kegagalan Eropa untuk bertindak dan berbicara dengan satu suara,” ujarnya dalam sebuah pernyataan di Paris.
Duka di Khan Younis
Salah satu potret duka tergambar dalam pemakaman Karim Qdeih, bocah 13 tahun yang tewas dalam serangan malam itu. Keluarga dan kerabatnya berkumpul di luar Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, untuk mengantarkan jenazah sang anak ke peristirahatan terakhir.
Tragedi ini menambah daftar panjang penderitaan warga Gaza, terutama anak-anak, yang menjadi korban dalam konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Seruan internasional untuk gencatan senjata dan perlindungan warga sipil terus bergema, namun hingga kini belum membuahkan hasil nyata.


