Setelah AS, Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama dengan Inggris 

Must Read

JAKARTAMU.COM | ​Setelah menuntaskan rangkaian pertemuan strategis dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington D.C., Presiden Prabowo Subianto melanjutkan lawatan diplomatiknya ke London, Inggris. Kunjungan ini menandai langkah konkret pemerintah dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis teknologi melalui kemitraan global di sektor semikonduktor dan pendidikan tinggi.

​Presiden Prabowo tiba di ibu kota Britania Raya pada Senin (23/2/2026) waktu setempat. Fokus utama dalam lawatan kali ini adalah penguatan ekosistem teknologi nasional. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Kepala Negara dalam prosesi penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan Arm Limited, perusahaan raksasa semikonduktor asal Inggris.

​Melalui kerja sama tersebut, Arm Limited berkomitmen memberikan pelatihan desain cip kepada 15.000 insinyur asal Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk memosisikan Indonesia dalam rantai pasok teknologi global masa depan.

​”Presiden secara khusus memberikan perhatian besar terhadap transformasi ekonomi yang berbasis pada inovasi dan kemajuan teknologi,” demikian pernyataan resmi Sekretariat Presiden pada Selasa (24/2/2026).

Milad 117 H Muhammadiyah

Keberlanjutan Investasi

Kunjungan ini merupakan lawatan kedua Presiden Prabowo ke Inggris pada awal tahun 2026, setelah kunjungan sebelumnya pada Januari lalu. Kehadiran kembali Prabowo menunjukkan intensitas hubungan bilateral yang kian erat, terutama setelah kesepakatan investasi senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun yang dicapai sebelumnya.

​Investasi tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan 1.582 kapal ikan di dalam negeri yang diproyeksikan menyerap 600.000 tenaga kerja, hingga penjajakan kerja sama pendidikan dengan 24 universitas terkemuka di Inggris. Fokus pendidikan diarahkan pada bidang kedokteran serta sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

​Dalam kunjungan kali ini, Presiden didampingi oleh sejumlah menteri kunci, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

​Rangkaian safari diplomatik dari Amerika Serikat menuju Inggris ini mempertegas arah politik luar negeri Indonesia yang tetap aktif menjalin kemitraan ekonomi dengan berbagai blok kekuatan dunia. Bagi Jakarta, kolaborasi dengan raksasa teknologi seperti Arm Limited bukan sekadar soal transfer pengetahuan, melainkan fondasi bagi ambisi industri teknologi nasional di masa depan.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This