Skuad Indonesia Dominasi Final Australia Open 2025

Must Read

JAKARTAMU.COM | Indonesia menempatkan enam wakil di final Australia Open 2025. Tambahan terbaru datang dari sektor tunggal putri melalui Putri Kusuma Wardani, yang memastikan tiket ke partai puncak setelah mengalahkan pemain Kanada Michelle Li dengan skor 17–21, 21–16, 21–18 pada semifinal di Quaycentre, Sydney, Sabtu.

Putri sempat tertinggal pada gim pertama, namun mampu mengatur ulang ritme permainan pada dua gim berikutnya. Ia mengakui karakter pukulan Michelle Li mengingatkannya pada Gregoria Mariska Tunjung dan cukup menyulitkan. “Di akhir gim ketiga sempat tegang karena Michelle Li dengan pengalaman dan kelebihannya bisa terus menekan saya sampai mendekati selesai,” ujarnya. Fokus yang terjaga membuatnya memenangi reli-reli penting dan mengamankan tempat di final turnamen level Super 500 itu.

Pada final Minggu (23/11), Putri akan menantang unggulan pertama asal Korea Selatan, An Se Young. “Besok bertemu An Se Young, saya mau mengeluarkan seluruh kemampuan dan memberikan perlawanan tidak mau kalah,” katanya.

Dengan keberhasilan Putri, Indonesia kini memiliki enam finalis. Dari enam finalis tersebut, Indonesia telah memastikan dua gelar juara, masing-masing pada ganda pria dan ganda wanita. Sebelumnya, lima wakil lain sudah memastikan langkah ke final: ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu; ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin; dan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari serta Rachel Allessya Rose/Febi Setia Ningrum.

Milad 117 H Muhammadiyah

Jafar/Felisha sendiri menjadi wakil kelima yang lolos setelah menang atas pasangan Thailand Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat 19–21, 21–13, 21–14. Gim pertama sempat mereka kuasai sebelum kehilangan kendali pada poin-poin akhir. Kondisi itu mereka perbaiki pada dua gim berikutnya. Momentum berbalik di gim kedua setelah kedudukan 12–12, ketika Jafar/Felisha mencetak enam poin beruntun dan membawa laga ke gim penentuan. Pada gim ketiga, mereka terus menjaga jarak setelah interval dan menyelesaikan pertandingan tanpa kehilangan kontrol.

“Tadi di gim pertama kami sudah unggul tapi karena terburu-buru ingin menyelesaikan di poin kritis jadi malah tersusul dan kalah. Di gim kedua dan ketiga kami mencoba lagi, tidak mau kalah karena kemarin juga sudah mengalami kalah di gim pertama tapi bisa ambil gim kedua dan ketiga. Ini yang tadi kami lakukan lagi,” kata Jafar.

Felisha menambahkan bahwa kelolosan ke final sekaligus menuntaskan satu target penting musim ini. Mereka dipastikan tampil pada BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, China. Kemenangan di semifinal juga menjadi revans atas kekalahan dari pasangan Thailand tersebut pada Hylo Open Oktober lalu.

“Bersyukur banget, Puji Tuhan bisa lolos ke World Tour Finals. Ini kesempatan yang kami nantikan juga dalam beberapa pertandingan terakhir… Senang juga bisa revans dari pasangan Thailand,” kata Felisha.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This