Suara Diaspora Iran-Amerika Menolak Perang

Must Read

JAKARTAMU.COM | Sementara “hujan” rudal berlangsung di Timur Tengah, suara lantang terdengar dari komunitas Iran-Amerika. Mereka turun ke jalan membawa poster bertuliskan “No War on Iran” dan “Peace for Humanity”, Kamis (2/4/2026). Bagi mereka perang yang digalang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran bukanlah konflik jauh yang, tetapi luka yang sangat dekat di hati.

Serangan militer AS-Israel yang menargetkan kematian Ayatollah Ali Khamenei awalnya bertujuan meletupkan perubahan rezim politik di Iran. Tetapi fakta berkata lain. Serangan itu justru memantik eskalasi militer lebih tinggi yang membuahkan kecemasan.

Serangan udara dan operasi militer AS-Israel ternyata hanya menimbulkan kerusakan dan korban sipil semata. Banyak diaspora merasa perang ini dilakukan dengan mengatasnamakan mereka.

“Awalnya kami berharap ada perubahan, tapi sekarang yang kami lihat hanya penderitaan,” ujar seorang demonstran di depan Gedung Putih.

Milad 117 H Muhammadiyah

Pergeseran Sikap

Survei terbaru menunjukkan hampir dua pertiga warga Iran-Amerika kini menolak perang. Angka ini mencerminkan perubahan sikap yang signifikan. Sikap kelompok yang semula terbelah kini semakin bulat menolak. Mereka yang berubah sikap tersadar bahwa perang memang bukan solusi. Justru sebaliknya, perang hanya memperburuk krisis kemanusiaan dan memperpanjang penderitaan rakyat Iran sendiri.

Para diaspora yang memiliki identitas ganda sebagai warga Amerika sekaligus keturunan Iran membuat posisi mereka unik. Mereka merasa harus bersuara karena kebijakan luar negeri AS berdampak langsung pada citra dan kehidupan komunitas mereka.

Di kampus, di kafe, hingga di ruang keluarga, diskusi tentang perang menjadi topik hangat. Banyak yang menilai, keterlibatan AS-Israel hanya memperburuk ketegangan regional dan mengorbankan rakyat biasa.

Meski suara mereka mungkin tak langsung mengubah kebijakan, komunitas Iran-Amerika percaya bahwa setiap aksi, setiap demonstrasi, adalah bagian dari perjuangan panjang menuju perdamaian.

“Kami ingin dunia tahu, mayoritas dari kami menolak perang. Kami ingin solusi damai, bukan bom,” kata seorang aktivis muda.

Sumber : Al-Mayadeen

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This