JAKARTAMU.COM | Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan sikap melunak terhadap Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani. Sempat mengancam memotong dana federal jika Mamdani menang, Trump kini membuat pernyataan yang mengejutkan publik AS dengan mengatakan bersedia membantu dan mendoakan kesuksesan kota terbesar di AS tersebut.
Dalam pidato di hadapan para pendukungnya di Miami, Rabu (5/11/2025) waktu setempat, Trump menyampaikan bahwa meskipun ia mengkritik keras latar belakang ideologis Mamdani yang disebutnya sebagai “komunis”, ia tetap berharap New York dapat berkembang di bawah kepemimpinan baru.
“Komunis, sosialis Marxis, dan globalis memiliki kesempatan, dan mereka hanya menghasilkan bencana. Dan sekarang mari kita lihat bagaimana seorang komunis akan bertindak di New York,” ujar Trump, dikutip dari CNN International.
Trump menambahkan, “Kita akan lihat bagaimana hasilnya nanti. Dan kita akan membantu mereka. Kita ingin New York sukses. Kita akan membantu mereka sedikit, mungkin.”

Pernyataan ini menandai perubahan nada dari Trump, yang sebelumnya secara terbuka menolak kemungkinan memberikan dukungan dana federal kepada New York jika Mamdani terpilih. Dalam unggahan di media sosialnya sebelum pemilu, Trump menyebut hanya akan memberikan “jumlah minimum yang diwajibkan” jika Mamdani menang.
Meski demikian, kritik terhadap Partai Demokrat tetap dilontarkan. Trump menilai kemenangan Mamdani mencerminkan arah ekstrem partai tersebut. Ia menyebut pemilihan Mamdani sebagai bukti bahwa “komunis kini memimpin kota terbesar di negara ini.”
“Jika Anda ingin melihat apa yang ingin dilakukan oleh anggota Kongres dari Partai Demokrat terhadap Amerika, lihat saja hasil pemilu kemarin di New York,” katanya.
Trump bahkan memprediksi bahwa banyak warga akan meninggalkan New York dan pindah ke kota-kota seperti Miami, yang menurutnya akan menjadi “tempat perlindungan dari komunisme.”
Zohran Mamdani, politisi progresif berdarah India-Uganda, dikenal sebagai sosok yang vokal dalam isu keadilan sosial dan ekonomi. Kemenangannya dalam pemilihan Wali Kota New York mencerminkan pergeseran politik di kota tersebut, sekaligus memicu perdebatan nasional mengenai arah kebijakan masa depan.
Ia adalah wali kota New York terpilih pertama yang beragama Islam. Sejak tahun 2021, ia menjabat sebagai perwakilan dari distrik ke-36 Majelis Negara Bagian New York yang terletak di wilayah Queens.
Pernyataan Trump ini menjadi sorotan karena menunjukkan dinamika politik yang kompleks antara pemerintah federal dan pemerintah kota, serta mencerminkan ketegangan ideologis yang terus mengemuka di panggung politik Amerika Serikat.


