JAKARTAMU.COM | Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) resmi memulai pembangunan Uhamka Tower & Convention Hall melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) dan penandatanganan prasasti di lahan Pasar Rebo, Sabtu (8/11/2025). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah dan Milad ke-68 Uhamka.
Pembangunan gedung baru ini terdiri dari Uhamka Tower setinggi delapan lantai dan Uhamka Convention Hall tiga lantai, yang dirancang untuk memperkuat komitmen Uhamka dalam menghadirkan pendidikan unggul dan berperadaban. Fasilitas tersebut juga menjadi wujud kontribusi Uhamka terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang pendidikan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir yang hadir meresmikan kegiatan ini menyebut pembangunan tersebut sebagai tonggak penting dalam perjalanan Uhamka.

“Alhamdulillah, Uhamka hari ini menandai kemajuan baru dengan dimulainya pembangunan Uhamka Tower & Convention Hall. Ini menunjukkan ikhtiar Uhamka untuk menjadi perguruan tinggi unggul yang berkontribusi bagi kemajuan peradaban bangsa,” ujarnya.

Uhamka Tower akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, termasuk pelayanan mahasiswa, ruang pertemuan eksekutif, sports hall, plaza hall, dan ruang kelas hybrid. Sementara itu, Uhamka Convention Hall akan menampung hingga 1.800 orang untuk kegiatan besar seperti wisuda dan agenda akademik, serta ruang konvensi berkapasitas 400 orang untuk kegiatan keagamaan dan internal kampus.
Rektor Uhamka, Prof. Gunawan Suryoputro, menyampaikan bahwa pembangunan kedua gedung ini direncanakan selesai dalam waktu 18 bulan. “Convention Hall ditargetkan rampung pada Mei 2026, sementara Uhamka Tower akan dilengkapi teknologi pembelajaran modern serta ruang bagi UMKM masyarakat di area Plaza Hall,” tuturnya.
Acara turut dihadiri sejumlah pimpinan pusat Muhammadiyah, tokoh pendidikan, pejabat daerah, serta civitas akademika Uhamka. Pembangunan ini diharapkan memperkuat posisi Uhamka sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jakarta dan menjadi pusat aktivitas akademik dan kemasyarakatan yang lebih terbuka.


