JAKARTAMU.COM | Survei Indopol menunjukkan sebagian besar warga Jakarta belum merasakan perubahan berarti dalam kondisi nasional. Penilaian publik di berbagai sektor cenderung berada pada kategori sedang atau buruk. Survei dilakukan pada 15–21 November 2025 terhadap 998 responden dan dirilis pada Kamis (4/12/2025).
Indopol menyebut hasil ini menggambarkan suasana masyarakat yang menunggu langkah korektif pemerintah. Berdasarkan hasil survei tersebut publik menilai Indonesia tidak bergerak ke arah positif. Mayoritas responden justru merasa situasi berjalan biasa saja atau menurun.
Pada aspek ekonomi, hanya 17,74 persen responden yang menilai kondisinya baik atau sangat baik. Sebaliknya, 37,88 persen menyatakan buruk atau sangat buruk, sementara 43,08 persen menyebut sedang. Ketika melihat perubahan dalam setahun terakhir, 46,69 persen menyatakan tidak ada perubahan, dan 19,64 persen merasa situasinya lebih buruk.

Kondisi ekonomi rumah tangga juga didominasi penilaian stagnan. Sebanyak 47,09 persen menyebut tidak ada perubahan dibanding tahun lalu. Yang menilai lebih baik berjumlah 33,97 persen, sedangkan 17,03 persen menyatakan memburuk.

Pada sektor politik dan demokrasi, pola penilaian serupa kembali muncul. Sebagian besar responden menilai kondisi politik berada di posisi sedang (43,69 persen). Penilaian terhadap praktik demokrasi pun ditandai angka netral sebesar 50,9 persen.
Satu-satunya sektor yang mendapat penilaian relatif lebih baik adalah keamanan nasional. Sebanyak 35,17 persen responden menyebutnya baik atau sangat baik. Namun dua aspek penegakan hukum dan pemberantasan korupsi memperoleh catatan negatif tertinggi. Penegakan hukum dinilai buruk oleh 35,07 persen responden, sedangkan pemberantasan korupsi oleh 34,17 persen.
Dalam survei ini, publik juga menetapkan tiga persoalan yang dianggap paling mendesak untuk ditangani pemerintah lima tahun mendatang. Pengendalian harga kebutuhan pokok berada di urutan teratas (28,66 persen), disusul pemberantasan korupsi (24,25 persen) dan penyediaan lapangan kerja (15,63 persen).


