JAKARTAMU.COM | Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Dr. Akhmad H Abubakar, MM, menyampaikan pandangan menarik tentang makna zikir dan semangat kemajuan dalam Muhammadiyah. Menurutnya, zikir bukan hanya dalam bentuk lafaz atau doa, tetapi juga diwujudkan dalam amal usaha yang nyata untuk kemaslahatan umat.
“Zikir ala Muhammadiyah bukan hanya dengan hati dan lisan, tapi juga melalui tindakan. Amal usaha adalah wujud zikir itu sendiri,” ujarnya dalam acara Hari Bermuhammadiyah yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur di Aula Moch Syarif, Rawamangun, Minggu (9/11/2025).
Ia menjelaskan, kebiasaan warga Muhammadiyah dalam berzikir memang berbeda dari sebagian kelompok lain. Seusai salat, zikir dan doa dilakukan secara singkat, tenang, dan tanpa pengeras suara. “Karena itu kadang masjid Muhammadiyah dianggap sepi. Padahal, zikir kami berlanjut dalam bentuk kerja nyata dan amal sosial,” katanya.
Abubakar juga mengaitkan semangat Muhammadiyah dengan filosofi kemajuan yang mirip slogan terkenal dari merek kendaraan bermotor. “Kalau Yamaha punya slogan ‘Selalu di Depan’, maka jauh sebelum Yamaha lahir, Muhammadiyah sudah selalu terdepan,” ucapnya disambut tawa dan tepuk tangan jamaah.

Ia menjelaskan, makna “selalu di depan” bukanlah soal kompetisi, tetapi tekad untuk terus memperbaiki diri. “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini. Itu semangat Muhammadiyah — tidak menyerah, berani melampaui ekspektasi, dan selalu bergerak di garis depan dalam pendidikan, dakwah, serta pelayanan sosial,” tuturnya.
Acara Hari Bermuhammadiyah di Jakarta Timur tersebut diisi dengan tausiah, zikir bersama, dan silaturahmi antarwarga persyarikatan yang memperkuat pesan: zikir terbaik adalah kerja yang membawa manfaat bagi sesama.


