Al-Qassam Melawan! Sergap Kompleks Pasukan Israel di Beit Hanoun

Must Read

JAKARTAMU.COM | Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, merilis rekaman video operasi penyergapan kompleks pasukan Israel di kawasan pertanian Beit Hanoun, utara Gaza. Penyergapan berlangsung pada 7 Juli 2025 sebagai bagian dari rangkaian operasi bertajuk David’s Stones.

Dalam pernyataan resmi melalui kanal Telegram, Al-Qassam menyebut penyergapan tersebut menargetkan pasukan Brigade Nahal, yang baru saja mengambil alih kendali militer di wilayah utara Gaza. Al-Qassam mengklaim menewaskan lima tentara Israel tewas dan melukai sejumlah tentara lain.

Media Israel menggambarkan insiden tersebut sebagai “sangat berbahaya” dan salah satu operasi paling rumit sejak eskalasi konflik pada 7 Oktober 2023. Seorang perwira senior dilaporkan termasuk di antara korban luka.

Sementara itu, militer Israel pada Sabtu (23/8/2025) mengonfirmasi tewasnya Letnan Ori Gerlic (20), komandan peleton dari Batalion Shimshon, Brigade Kfir, dalam sebuah insiden terpisah di Khan Younis, Gaza selatan.

Milad 117 H Muhammadiyah

Di berbagai titik lain di Jalur Gaza, operasi kelompok perlawanan Palestina terus berlangsung. Brigade Al-Qassam melaporkan telah menghancurkan dua tank Israel menggunakan alat peledak rakitan berkekuatan tinggi di kawasan al-Rawda, selatan lingkungan al-Zaytoun, Gaza City. Kelompok tersebut juga menyebut bahwa pasukan penyelamat Israel sempat mendatangi lokasi kejadian.

Kelompok perlawanan lainnya, seperti Brigade Al-Aqsa Martyrs dan Brigade Al-Nasser Salah al-Din, turut merilis dokumentasi serangan bersama terhadap konsentrasi pasukan dan kendaraan militer Israel di sekitar Jalan Villas, utara Khan Younis, menggunakan mortir.

Pada 22 Agustus 2025, Al-Qassam mengklaim telah menembak mati seorang tentara Israel dengan senapan mesin saat korban keluar dari tank Merkava di dekat Masjid Badr, selatan al-Zaytoun. Sementara itu, Brigade Al-Quds melaporkan telah menggempur peralatan militer Israel di dekat Aula al-Muhandis, kawasan al-Satar al-Gharbi, Khan Younis, menggunakan mortir kaliber 60mm.

Sehari sebelumnya, Al-Quds dan Al-Qassam juga merilis rekaman penyergapan terkoordinasi terhadap kendaraan lapis baja Israel di timur lingkungan al-Shujaiya, Gaza City, menggunakan bahan peledak dan peluru anti-tank.

Eskalasi konflik di Jalur Gaza terus menunjukkan intensitas tinggi, dengan dampak yang dirasakan di berbagai lini, baik militer maupun sipil. Belum ada indikasi kuat mengenai upaya deeskalasi dari kedua belah pihak, sementara komunitas internasional terus menyerukan perlindungan terhadap warga sipil dan akses kemanusiaan yang lebih luas. (*)

ISKI Ingatkan AI Dapat Mengaburkan Informasi, Kepercayaan Publik Terancam

JAKARTAMU.COM | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai membuat batas antara informasi benar dan palsu semakin sulit dibedakan. Kondisi itu...

More Articles Like This