JAKARTAMU.COM | Ketua IKA ITS PW Jakarta Raya, Kusdi Widodo, mengingatkan alumni muda Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) agar menyiapkan diri menjadi pemimpin strategis dalam 10–20 tahun ke depan, seiring proyeksi Indonesia menuju kekuatan ekonomi besar dunia pada 2045. Menurutnya, kepemimpinan harus dipersiapkan sejak dini melalui penguatan karakter, kompetensi, dan jejaring.
“Dua dekade ke depan Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Siapa yang akan memimpin perjalanan itu? Jawabannya ada di ruangan ini,” ujar Kusdi saat membuka Youth Leadership Camp (YLC) 8 IKA ITS PW Jakarta Raya Tahun 2026, Sabtu (14/2/2026).
Di hadapan peserta yang sebagian besar merupakan profesional muda, Kusdi menilai momentum 2026 sebagai bagian dari lintasan menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa banyak alumni yang saat ini masih berada di level staf, supervisor, associate, engineer, maupun perintis usaha, akan berada di posisi strategis dalam satu hingga dua dekade mendatang.
Baca juga: IKA ITS Jakarta Raya Siapkan Alumni Muda lewat Youth Leadership Camp 8

Kepemimpinan, kata dia, tidak terbentuk dalam waktu singkat. Proses pembelajaran, ketangguhan mental, kecerdasan emosional, serta keberanian mengambil keputusan di bawah tekanan menjadi elemen penting yang harus dilatih sejak awal. Karena itu, Youth Leadership Camp dirancang sebagai ruang pengembangan kapasitas sekaligus akselerasi jejaring alumni.
Kusdi memaparkan tiga fokus YLC 8. Pertama, pembentukan leadership mindset yang adaptif terhadap disrupsi teknologi dan dinamika global. Kedua, penguatan profesional excellence berupa kompetensi yang relevan dan berdampak. Ketiga, pembangunan jejaring strategis antarsesama alumni.
“Keunggulan individu itu baik. Tetapi keunggulan kolektif alumni jauh lebih kuat,” katanya.
Ia menyebut IKA ITS PW Jakarta Raya sebagai jaringan pengaruh yang dapat membuka akses dan mendorong kolaborasi lintas sektor. Dalam lanskap transformasi digital dan perubahan industri yang cepat, pemimpin masa depan dituntut mampu berpikir strategis, bertindak etis, berkomunikasi efektif, serta bekerja sama lintas disiplin.
Melalui YLC 8, Kusdi berharap peserta tidak berhenti pada motivasi, melainkan membangun komitmen jangka panjang. Ia mengajak peserta menjadikan forum tersebut sebagai refleksi atas arah kepemimpinan yang ingin ditempuh dalam 10 tahun mendatang, lalu mulai mengambil langkah konkret sejak sekarang.


