Premium Skills dan Karakter Kepemimpinan Wajib bagi Alumni ITS

Must Read

JAKARTAMU.COM | Direktur Human Capital dan Legal PT Hutama Karya (Persero) Muhammad Fauzan mengungkapkan bahwa dibutuhkan keterampilan lebih serta karakter yang bagus untuk menembus dunia kerja. Pesan itu ia sampaikan dalam Youth Leadership Camp (YLC) 8 Tahun 2026, Sabtu (14/2/2026). Baginya, sangat penting mengkombinasikan kompetensi teknis dan kualitas personal sebagai fondasi kepemimpinan masa depan.

Menurut Fauzan, keterampilan dasar adalah syarat minimal yang harus dikuasai setiap lulusan. Ia menyebut kemampuan mengoperasikan dan berbagai perangkat kerja, keterampilan presentasi, serta analisis dasar sebagai kompetensi esensial.

“Basic skills itu pintu masuk. Tanpa itu, sulit bersaing. Tapi untuk melompat lebih jauh, dibutuhkan premium skills,” ujarnya.

Keterampilan premium, lanjut Fauzan, menjadi pembeda di tengah persaingan yang kian ketat. Ia menyebut pemahaman laporan keuangan, kemampuan berpikir berbasis data, strategic thinking, business acumen, hingga kecerdasan emosional sebagai faktor yang membuat seorang kandidat menonjol. 

Milad 117 H Muhammadiyah

Dunia kerja, kata dia, tidak lagi cukup dengan kemampuan teknis semata. Perusahaan membutuhkan talenta yang mampu membaca konteks bisnis, mengambil keputusan berbasis data, serta membangun relasi yang sehat di lingkungan kerja.

Baca juga: Alumni Muda ITS Ditantang Ambil Peran Strategis 10 Tahun ke Depan

Fauzan juga menyoroti lima sifat karakter yang dinilainya dapat mempercepat kemajuan karier. Integritas ditempatkan sebagai fondasi. Bertindak jujur dan etis, bahkan ketika tidak ada yang melihat, akan membentuk kepercayaan dari atasan maupun rekan kerja. Kepercayaan itu diperkuat dengan konsistensi dalam menepati janji dan menjaga kerahasiaan, yang pada akhirnya membangun reputasi keandalan.

Karakter berikutnya adalah semangat belajar. Ia mendorong peserta YLC untuk proaktif mencari pengetahuan dan keterampilan baru agar tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan. Sikap tidak defensif juga disebut penting. Keterbukaan terhadap umpan balik dan kritik konstruktif menunjukkan kedewasaan serta komitmen untuk terus memperbaiki diri.

“Kalau setiap masukan dianggap serangan, kita akan berhenti berkembang,” kata Fauzan.

Sifat terakhir yang ia tekankan adalah berorientasi pada solusi. Fokus pada jawaban dan cara mengatasi hambatan, menurutnya, jauh lebih produktif daripada larut dalam persoalan. Perusahaan menghargai individu yang mampu membawa alternatif pemecahan masalah, bukan sekadar mengidentifikasi kesulitan.

Baca juga: Latsarbak IKA ITS Jakarta Raya Gagas Pembentukan Klub Menembak Sepuluh Nopember

Pemimpin Masa Depan

Dalam materinya, Fauzan juga menggambarkan profil future leader yang dibutuhkan organisasi. Ia menyebut empat kualitas utama. Pertama, memiliki mindset yang tepat dan memahami langkah penyelesaian proyek serta pemecahan masalah secara sistematis. Kedua, mampu menjaga hubungan baik dengan para pemangku kepentingan dan memperoleh dukungan untuk mencapai tujuan.

Ketiga, memiliki kapasitas menjadi sumber inspirasi dan energi bagi tim. Seorang pemimpin, kata dia, harus mampu menggerakkan dan memotivasi anggota tim untuk bekerja menuju sasaran yang sama. Keempat, mampu menjalankan peran eksploratif dan eksploitatif secara seimbang. Eksploratif dalam mendorong inovasi, riset, dan percobaan gagasan baru; eksploitatif dalam mengoptimalkan sumber daya, menjaga efisiensi, dan memastikan konsistensi proses.

Melalui paparan tersebut, Fauzan mengajak peserta YLC 8 Tahun 2026 untuk mempersiapkan diri sejak dini. Dunia kerja, menurutnya, menuntut kesiapan menyeluruh—dari keterampilan teknis hingga kematangan karakter—agar generasi muda mampu tampil sebagai pemimpin yang relevan dan berdaya saing.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This