BOGOR, JAKARTAMU.COM | Majelis Pengkaderan dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kramat menyelenggarakan baitul arqam di Villa GWK Cisarua, Bogor pada 3-5 September 2025. Ini merupakan sejarah bagi PCM Kramat karena berhasil melanjutkan kaderisasi guru Muhammadiyah di wilayah Jakarta melalui baitul arqam.
Diikuti 78 guru dan tenaga kependidikan dari 5 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) PCM Kramat (SMA Muhammadiyah 1; SMK Muhammadiyah 10; SMP Muhammadiyah 3; SMP Muhammadiyah 16; dan SD Muhammadiyah 2) di Jakarta Pusat, menjadikannya baitul arqam dengan jumlah peserta terbanyak.
Baca juga: Guru Muhammadiyah Harus Menjadi Inspirasi Peradaban
Ketua MPKSDI PCM Kramat Usman Andrianto, SE., MM, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang penuh keberkahan tersebut. Menurutnya, baitul arqam adalah sarana strategis untuk memperkuat ideologi, menyegarkan komitmen, serta meneguhkan kembali ruh perjuangan guru Muhammadiyah.

”Guru dituntut bukanlah semata-mata pendidik. Dia adalah pembentuk peradaban. Melalui baitul arqom ini, kami ingin meneguhkan kembali peran guru sebagai cahaya bagi muridnya, yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak mulia dan semangat dakwah,” ujar Usman.
Baca juga: Prof. Bunyamin: Ideologi Muhammadiyah Harus Dijaga agar Tidak Terombang-ambing
Materi yang disajikan pun dirancang komprehensif, mulai ideologi Muhammadiyah, penguatan karakter guru, hingga pemahaman tarjih Muhammadiyah. Tidak ketinggalan pembekalan mengenai service excellent, agar guru mampu menghadirkan pendidikan dengan pendekatan yang ikhlas, profesional, dan penuh empati.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pendidik yang tangguh, berkarakter Islami, dan berkomitmen dalam mencetak generasi muda yang cerdas serta berakhlak mulia.
“Semoga selepas baitul arqam ini, guru-guru Muhammadiyah PCM Kramat semakin teguh, semakin kuat, dan semakin berbahagia dalam mengemban amanah besar mencetak generasi Islam yang membawa kemajuan bangsa,” tutup Usman.


