HNW Sambut Baik Gencatan Senjata AS–Iran, Dorong Perluasan ke Teluk dan Palestina

Must Read

JAKARTAMU.COM | Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid menyambut baik tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang diprakarsai Pakistan. Menurutnya, langkah tersebut dapat mencegah eskalasi menuju perang dunia ketiga, sekaligus menyelamatkan dunia dari krisis ekonomi global dan meminimalisasi korban sipil.

“Keberhasilan awal prakarsa Pakistan ini wajar bila didukung oleh PBB, OKI, Uni Eropa, Indonesia, Turkiye, Saudi Arabia, Qatar, Liga Muslim se-Dunia, dan masyarakat internasional lainnya,” ujar Hidayat dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Hidayat menekankan, agar gencatan senjata benar-benar efektif menghadirkan perdamaian, maka cakupannya perlu diperluas. Selain penghentian serangan Israel ke Lebanon, ia mengusulkan agar pembahasan lanjutan di Islamabad pada 10 April 2026 juga mencakup penghentian serangan ke negara-negara Teluk serta penghentian serangan Israel atas Palestina, termasuk pembukaan kembali Masjid Al Aqsha. Ia juga menyinggung pentingnya mengembalikan status Selat Hormuz sebagai perairan internasional sesuai ketentuan UNCLOS 1982.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera yang duduk di Komisi VIII DPR itu berharap gencatan senjata diperpanjang setidaknya hingga musim haji 2026. “Hal ini penting untuk menyelamatkan jemaah haji dan penyelenggaraan ibadah haji,” katanya.

Milad 117 H Muhammadiyah

Hidayat menambahkan, meski Indonesia tidak berbatasan langsung dengan Iran, pemerintah tetap dapat memainkan peran diplomasi sesuai amanat UUD 1945. Ia mendorong Kementerian Luar Negeri menjalin komunikasi intensif dengan Pakistan, Iran, dan AS agar gencatan senjata tidak berhenti pada 14 hari, melainkan permanen. “Perdamaian harus meluas, bukan hanya mencakup Lebanon, tetapi juga negara-negara Teluk dan Palestina,” ujarnya.

Hidayat juga mengingatkan Presiden AS Donald Trump agar tidak terjebak dalam ambisi politik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Menurutnya, Israel menjadi pihak yang paling menolak gencatan senjata dan bahkan berupaya mensabotase perundingan dengan meningkatkan serangan ke Lebanon dan Palestina. “Fakta ini menambah bukti bahwa biang kerok ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah adalah Israel,” tegasnya.

Hidayat menilai, sikap Trump yang akhirnya menyetujui proposal Pakistan patut diapresiasi. Ia berharap komitmen itu benar-benar dijalankan sehingga membuka jalan bagi perdamaian permanen. “Semoga Presiden Trump dapat menekan Israel agar menghadirkan perdamaian, bukan justru terjebak dalam permainan Netanyahu,” pungkasnya.

Dini Hari Datangi KPK, Wamen Silmy Karim Langsung Ditahan   

JAKARTAMU.COM | Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (3/6/2026) malam...

More Articles Like This