Jurnalis Al Jazeera yang Tewas oleh Serangan Israel di Gaza Dimakamkan

Must Read

JAKARTAMU.COM | Puluhan kerabat, teman, dan kolega menghadiri prosesi pemakaman Mohammed Wishah, jurnalis Al Jazeera, Kamis (9/4/2026). Prosesi pemakaman diawali di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir el-Balah, tempat para pelayat memberikan penghormatan terakhir.

Selama upacara tersebut, para pelayat meletakkan jenazah Wishah di tempat yang sama ketika dia berdiri untuk menyampaikan laporan langsung untuk Al Jazeera Mubasher, untuk meliput serangan Israel terbaru dan penderitaan rakyat Palestina di Jalur Gaza yang terkepung.

Setelah itu, jenazah Wishah dibawa ke kamp pengungsi Bureij. Salat jenazah dilaksanakan di Masjidil Haram sebelum pemakaman sesuai dengan keinginannya.

Ismail al-Thawabta, direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, mengatakan bahwa pembunuhan itu merupakan bagian dari pola yang lebih luas.

Milad 117 H Muhammadiyah
Putra Mohammed Wishah berduka selama prosesi pemakaman ayahnya di Deir el-Balah di Jalur Gaza tengah, Kamis (9/4/2026). Foto/Al Jazeera dari AFP

“Pembunuhan Wishah adalah mata rantai dalam serangkaian kejahatan berkelanjutan yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap keluarga jurnalis Palestina, dalam kerangka kebijakan yang disengaja dan terencana untuk menargetkan dengan perencanaan dan niat yang matang,” kata dalam konferensi pers, dilansir Al Jazeera.

Mohammed Wishah tewas dalam serangan drone Israel di Gaza, Rabu (8/4/2026). Mobil yang ditumpanginya di Jalan al-Rashid, Gaza City, dihantam rudal hingga terbakar hebat. Insiden ini menambah panjang daftar korban jurnalis di wilayah konflik yang terus bereskalasi.

Al Jazeera dalam pernyataan resminya mengecam keras serangan tersebut. Mereka menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional sekaligus bukti penargetan sistematis terhadap pekerja media di Gaza.

“Serangan ini tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga merupakan upaya membungkam suara independen dari lapangan,” demikian pernyataan jaringan berita berbasis di Doha itu.

Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut Wishah sebagai jurnalis ke-262 yang tewas sejak pecahnya perang pada Oktober 2023. Data Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan lebih dari 72.000 orang telah meninggal akibat konflik, dengan ratusan korban baru muncul meski gencatan senjata sempat diumumkan. Pihak berwenang Gaza mencatat sekitar 2.000 pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel.

Lebih dari 260 jurnalis telah dibunuh oleh Israel di Gaza sejak dimulainya genosida pada Oktober 2023.Serangan terhadap Wishah memicu kecaman dari berbagai organisasi media dan kelompok hak asasi manusia. Mereka mendesak komunitas internasional menekan Israel agar menghentikan serangan, melindungi jurnalis, dan memastikan akuntabilitas melalui mekanisme hukum internasional.

Serangan Pesawat Nirawak di Gaza Tengah Tewaskan Dua Warga

JAKARTAMU.COM | ​Korban jiwa di jalur Gaza kembali berjatuhan. Sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami...

More Articles Like This