JAKARTAMU.COM | Jumlah korban jiwa akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza terus meningkat. Data terbaru dari sumber medis setempat menyebutkan, hingga Minggu (15/2/2026), total korban meninggal mencapai 72.061 orang, sementara 171.715 lainnya mengalami luka-luka sejak serangan dimulai pada Oktober 2023.
Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 10 jenazah dan sembilan orang terluka dibawa ke sejumlah rumah sakit di Gaza. Tim medis dan pertahanan sipil masih kesulitan mengevakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan maupun di jalanan, akibat terbatasnya akses dan ancaman serangan lanjutan.
Sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober tahun lalu, jumlah korban tetap bertambah. Catatan resmi menunjukkan 601 orang tewas dan lebih dari 1.600 orang luka-luka dalam periode tersebut. Selain itu, sebanyak 726 jenazah berhasil ditemukan dari puing-puing bangunan yang hancur.
Pemerintah Palestina menilai angka korban yang terus bertambah mencerminkan kegagalan komunitas internasional dalam menghentikan agresi. Mereka menyerukan langkah lebih tegas dari dunia internasional untuk memastikan perlindungan bagi warga sipil dan menegakkan hukum humaniter.

Sementara itu, Israel tetap beralasan bahwa operasi militer dilakukan untuk menumpas kelompok bersenjata. Namun, pengamat menilai dampak yang ditimbulkan justru memperburuk krisis kemanusiaan dan menutup peluang menuju perdamaian.


