Oleh Abudin Robbani
MANUSIA bukan hanya jasad yang bergerak, tetapi ada ruh yang menentukan arah. Jasad tanpa ruh adalah bangkai. Jika ruh di tubuh tanpa petunjuk wahyu adalah kesesatan.
Hari ini kita menyaksikan krisis besar umat; Bukanlah semata krisis ekonomi, politik, atau teknologiāmelainkan juga krisis ruhiyah.
Sebagaimana jasad membutuhkan nutrisi, ruh juga membutuhkan asupan. Jika jasad diberi makanan basi, ia akan sakit. Jika ruh diberi syubhat, syahwat, dan ideologi sekulerisme āakan rusak dan kehilangan orientasi, bahkan bisa menjadi salah arah.

Allah ļ·» berfirman:
ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ł±ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł ŁŁŲÆŁ Ų¬ŁŲ¢Ų”ŁŲŖŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲ¹ŁŲøŁŲ©ŁŪ Ł ŁŁŁ Ų±ŁŁŲØŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ“ŁŁŁŲ¢Ų”ŁŪ ŁŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁ Ł±ŁŲµŁŁŲÆŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁŲÆŁŁŪ ŁŁŲ±ŁŲŁŁ ŁŲ©ŁŪ ŁŁŁŁŁŁ ŁŲ¤ŁŁ ŁŁŁŁŁŁ
Artinya:āWahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit dalam dada, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.ā (QS. Yunus: 57)
Alqur-an adalah nutrisi ruh. Tanpanya, manusia kehilangan arah.
Fenomena Salah Arah di Era Digital
Kita hidup di era digital, era kebebasan tanpa batas, era relativisme nilai. Banyak yang sukses secara materi tetapi hampa secara makna. Banyak yang cerdas intelektual tetapi rapuh spiritual. Banyak aktivis yang bergerak, tetapi kehilangan ruh perjuangan.
Rasulullah ļ·ŗ telah mengingatkan:
Ų£ŁŁŁŲ§ ŁŁŲ„ŁŁŁŁ ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŲ³ŁŲÆŁ Ł ŁŲ¶ŁŲŗŁŲ©ŁŲ Ų„ŁŲ°ŁŲ§ ŲµŁŁŁŲŁŲŖŁ ŲµŁŁŁŲŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŲ³ŁŲÆŁ ŁŁŁŁŁŁŁŲ ŁŁŲ„ŁŲ°ŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŲÆŁŲŖŁ ŁŁŲ³ŁŲÆŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŲ³ŁŲÆŁ ŁŁŁŁŁŁŁŲ Ų£ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŲØŁ
āKetahuilah, dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati.ā (HR. Sahih al-Bukhari no. 52 dan Sahih Muslim no. 1599)
Kerusakan ruhiyah melahirkan kerusakan sistemik: korupsi, pengkhianatan amanah, pragmatisme politik, da’wah tanpa keikhlasan, bahkan agama dijadikan komoditas.
Hakikat Ruh dan Ketergantungannya kepada Wahyu
Allah ļ·» berfirman:
ŁŁŁŁŲ³ŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ Ł±ŁŲ±ŁŁŁŲŁ Ū ŁŁŁŁ ٱŁŲ±ŁŁŁŲŁ Ł ŁŁŁ Ų£ŁŁ ŁŲ±Ł Ų±ŁŲØŁŁŁ ŁŁŁ ŁŲ¢ Ų£ŁŁŲŖŁŁŲŖŁŁ Ł ŁŁŁŁ Ł±ŁŁŲ¹ŁŁŁŁ Ł Ų„ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŁŲ§
āMereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi ilmu melainkan sedikit.ā (QS. Al-Israā: 85)
Ruh adalah urusan Allah. Ia hanya akan hidup dengan cahaya Allah. Dalam hal ini, Imam Ibnul Qayyim Ų±ŲŁ Ł Ų§ŁŁŁ berkata:
ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŲØŁ Ų“ŁŲ¹ŁŲ«Ł ŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŲ„ŁŁŁŲØŁŲ§ŁŁ Ų¹ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŲ ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲŁŲ“ŁŲ©Ł ŁŁŲ§ ŁŁŲ²ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų„ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŲ£ŁŁŁŲ³Ł ŲØŁŁŁ ŁŁŁ Ų®ŁŁŁŁŁŲŖŁŁŁ
āDalam hati ada kekacauan yang tidak bisa dirapikan kecuali dengan menghadap kepada Allah. Di dalamnya ada kesepian yang tidak bisa dihilangkan kecuali dengan beruzlah bersama-Nya.ā (Madarij al-Salikin, 3/156)
Inilah penyakit zaman ini: hati membawa akal pikiran jauh dari Allah, tetapi dekat dengan glamornya duniawiyah.
Momentum Ramadhan: Madrasah Penguatan Ruhiyah
Bulan Ramadhan bukan sekadar ritual lapar dan dahaga. Ia adalah madrasah ruhiyah. Orang beriman diwajibkan berpuasa untuk pencapaian taqwa ilallah; Sebagaimana firman Allahļ·» sebagai berikut:
ŁŁŁŁ°ŁŲ£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ł±ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ų”ŁŲ§Ł ŁŁŁŁŲ§Ū ŁŁŲŖŁŲØŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ ٠ٱŁŲµŁŁŁŁŲ§Ł Ł ŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŲŖŁŲØŁ Ų¹ŁŁŁŁ Ł±ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ł ŁŁ ŁŁŲØŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŲŖŁŲŖŁŁŁŁŁŁŁ
āWahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.ā (QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan puasa adalah taqwa, yaitu kekuatan ruhiyah yang menjaga arah hidup.
Rasulullah ļ·ŗ bersabda:
Ł ŁŁŁ ŲµŁŲ§Ł Ł Ų±ŁŁ ŁŲ¶ŁŲ§ŁŁ Ų„ŁŁŁ ŁŲ§ŁŁŲ§ ŁŁŲ§ŲŁŲŖŁŲ³ŁŲ§ŲØŁŲ§Ų ŲŗŁŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁ Ł ŁŲ§ ŲŖŁŁŁŲÆŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁ Ų°ŁŁŁŲØŁŁŁ
āBarang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.ā (HR. Sahih al-Bukhari no. 38; Sahih Muslim no. 760)
Ramadhan adalah momentum reset ruh. Tetapi pertanyaannya: apakah setelah Ramadhan ruh kita tetap hidup atau kembali mati?
Ruhiyah dan Arah Perjuangan Umat
Sejarah membuktikan: generasi sahabat mampu memimpin peradaban bukan karena jumlah atau teknologi, tetapi karena kekuatan ruhiyah. Dalam hal ini, salah seorang ‘ulama besar Hasan Al-Bashri Ų±ŲŁ Ł Ų§ŁŁŁ berkata:
ŁŁŲ§ŁŁŁŲ§ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ¹ŁŲµŁŁŁŁŁŲ ŁŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŲ²ŁŁŁŲ§ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ¹ŁŲµŁŁ ŁŁŁŁ Ł
āMereka menjadi hina di sisi Allah sehingga mereka bermaksiat kepada-Nya. Seandainya mereka mulia di sisi-Nya, niscaya Dia menjaga mereka.ā (Disebutkan dalam Hilyat al-Awliya, 2/148)
Ketika ruh umat lemah, Allah cabut wibawanya. Akan tetapi, ketika ruh umat kuat, Allah berikan izzah: dalam arti, kekuatan harga diri, kehormatan, serta kemuliaan yang meneguhkan kedudukan selaku hambaNya.
Firman Allah di dalam Alqur-an Surat Muhammad ayat 7, merupakan salah satu cara ruh umat bekerja: untuk meneguhkan kedudukan ketika menjalani kehidupan.
Ų„ŁŁ ŲŖŁŁŲµŁŲ±ŁŁŲ§Ū Ł±ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŲµŁŲ±ŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲ«ŁŲØŁŁŲŖŁ Ų£ŁŁŁŲÆŁŲ§Ł ŁŁŁŁ Ł
āJika kalian menolong agama Allah, niscaya Allah menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.ā (QS. Muhammad: 7)
Pertolongan Allah bukan turun kepada jasad yang kuat, tetapi kepada ruh yang tunduk terhadapNya.
Strategi Menguatkan Ruhiyah
Agar tidak salah arah, ruhiyah harus dibangun secara sistematis; Pertama, kembali kepada Alqur-an sebagai Manhaj Hidup. Hal ini bukan hanya dibaca, tapi juga dijadikan worldview dan ideologi.
Kedua, memperbanyak Dzikir dan Qiyamul Lail. Allah berfirman:
Ų£ŁŁŁŲ§ ŲØŁŲ°ŁŁŁŲ±Ł Ł±ŁŁŁŁŁŁ ŲŖŁŲ·ŁŁ ŁŲ¦ŁŁŁŁ Ł±ŁŁŁŁŁŁŁŲØŁ
āIngatlah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.ā (QS. Ar-Raād: 28)
Ketiga, membersihkan niat dalam da’wah dan aktivitas, sebagaimana pernah disampaikan Imam Ibn Taymiyyah Ų±ŲŁ Ł Ų§ŁŁŁ untuk menjadi pertimbangan, antara lain:
Ł ŁŲ§ ŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ ŁŁŲØŁŁŁŁ
āApa yang tidak dilakukan karena Allah, tidak akan bertahan.ā (Majmuā Al-Fatawa, 10/34);
Dan yang keempat, adalah membangun lingkungan ruhiyah kolektif; Karena ruhiyah tidak cukup personal; Aktivitas keruhiyahan harus pula menjadi budaya jamaah, budaya organisasi hingga budaya umat.
Penutup: Jangan Biarkan Ruh Kita Mati
Krisis terbesar umat hari ini bukan kurangnya program, tetapi kurangnya ruh. Bukan kurangnya gerakan, tetapi kurangnya keikhlasan. Bukan kurangnya strategi, tetapi kurangnya kedekatan kepada Allah.
Jika ruh hidup, arah jelas.
Jika ruh kuat, langkah tegak.
Jika ruh bersih, perjuangan lurus.
Semoga bulan berkah ini menjadi momentum kebangkitan ruhiyah kita, agar tidak salah arah dalam kehidupan; Termasuk, ketika kita mengembangkan jangkauan da’wah dan memperjuangkan peradaban.
Wallahu aālam bish shawab


