Kuatkan Ruhiyah Memperjelas Arah

Must Read

Oleh Abudin Robbani

MANUSIA bukan hanya jasad yang bergerak, tetapi ada ruh yang menentukan arah. Jasad tanpa ruh adalah bangkai. Jika ruh di tubuh tanpa petunjuk wahyu adalah kesesatan.

Hari ini kita menyaksikan krisis besar umat; Bukanlah semata krisis ekonomi, politik, atau teknologi—melainkan juga krisis ruhiyah.

Sebagaimana jasad membutuhkan nutrisi, ruh juga membutuhkan asupan. Jika jasad diberi makanan basi, ia akan sakit. Jika ruh diberi syubhat, syahwat, dan ideologi sekulerisme —akan rusak dan kehilangan orientasi, bahkan bisa menjadi salah arah.

Milad 117 H Muhammadiyah

Allah ļ·» berfirman:

ŁŠŁŽŲ§ Ų£ŁŽŁŠŁŁ‘Ł‡ŁŽŲ§ Ł±Ł„Ł†ŁŽŁ‘Ų§Ų³Ł Ł‚ŁŽŲÆŁ’ Ų¬ŁŽŲ¢Ų”ŁŽŲŖŁ’ŁƒŁŁ… Ł…ŁŽŁ‘ŁˆŁ’Ų¹ŁŲøŁŽŲ©ŁŒŪ­ مِّن Ų±ŁŽŁ‘ŲØŁŁ‘ŁƒŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŲ“ŁŁŁŽŲ¢Ų”ŁŒŪ­ Ł„ŁŁ‘Ł…ŁŽŲ§ فِى Ł±Ł„ŲµŁŁ‘ŲÆŁŁˆŲ±Ł ŁˆŁŽŁ‡ŁŲÆŁ‹Ł‰Ū­ ŁˆŁŽŲ±ŁŽŲ­Ł’Ł…ŁŽŲ©ŁŒŪ­ Ł„ŁŁ‘Ł„Ł’Ł…ŁŲ¤Ł’Ł…ŁŁ†ŁŁŠŁ†ŁŽ

Artinya:ā€œWahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit dalam dada, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.ā€ (QS. Yunus: 57)

Alqur-an adalah nutrisi ruh. Tanpanya, manusia kehilangan arah.

Fenomena Salah Arah di Era Digital

Kita hidup di era digital, era kebebasan tanpa batas, era relativisme nilai. Banyak yang sukses secara materi tetapi hampa secara makna. Banyak yang cerdas intelektual tetapi rapuh spiritual. Banyak aktivis yang bergerak, tetapi kehilangan ruh perjuangan.

Rasulullah ļ·ŗ telah mengingatkan:

Ų£ŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁˆŁŽŲ„ŁŁ†ŁŽŁ‘ فِي Ų§Ł„Ł’Ų¬ŁŽŲ³ŁŽŲÆŁ Ł…ŁŲ¶Ł’ŲŗŁŽŲ©Ł‹ŲŒ Ų„ŁŲ°ŁŽŲ§ ŲµŁŽŁ„ŁŽŲ­ŁŽŲŖŁ’ ŲµŁŽŁ„ŁŽŲ­ŁŽ Ų§Ł„Ł’Ų¬ŁŽŲ³ŁŽŲÆŁ ŁƒŁŁ„ŁŁ‘Ł‡ŁŲŒ ŁˆŁŽŲ„ŁŲ°ŁŽŲ§ ŁŁŽŲ³ŁŽŲÆŁŽŲŖŁ’ ŁŁŽŲ³ŁŽŲÆŁŽ Ų§Ł„Ł’Ų¬ŁŽŲ³ŁŽŲÆŁ ŁƒŁŁ„ŁŁ‘Ł‡ŁŲŒ Ų£ŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁˆŁŽŁ‡ŁŁŠŁŽ Ų§Ł„Ł’Ł‚ŁŽŁ„Ł’ŲØŁ

ā€œKetahuilah, dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati.ā€ (HR. Sahih al-Bukhari no. 52 dan Sahih Muslim no. 1599)

Kerusakan ruhiyah melahirkan kerusakan sistemik: korupsi, pengkhianatan amanah, pragmatisme politik, da’wah tanpa keikhlasan, bahkan agama dijadikan komoditas.

Hakikat Ruh dan Ketergantungannya kepada Wahyu

Allah ļ·» berfirman:

ŁˆŁŽŁŠŁŽŲ³Ł’Ł€ŁŽŁ”Ł„ŁŁˆŁ†ŁŽŁƒŁŽ Ų¹ŁŽŁ†Ł Ł±Ł„Ų±ŁŁ‘ŁˆŲ­Ł Ū– Ł‚ŁŁ„Ł Ł±Ł„Ų±ŁŁ‘ŁˆŲ­Ł مِنْ Ų£ŁŽŁ…Ł’Ų±Ł Ų±ŁŽŲØŁŁ‘Ł‰ ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ¢ Ų£ŁŁˆŲŖŁŁŠŲŖŁŁ… Ł…ŁŁ‘Ł†ŁŽ ٱلْعِلْمِ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ Ł‚ŁŽŁ„ŁŁŠŁ„Ł‹Ų§

ā€œMereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi ilmu melainkan sedikit.ā€ (QS. Al-Isra’: 85)

Ruh adalah urusan Allah. Ia hanya akan hidup dengan cahaya Allah. Dalam hal ini, Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

فِي Ų§Ł„Ł’Ł‚ŁŽŁ„Ł’ŲØŁ Ų“ŁŽŲ¹ŁŽŲ«ŁŒ Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŁ„ŁŁ…ŁŁ‘Ł‡Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ Ų§Ł„Ł’Ų„ŁŁ‚Ł’ŲØŁŽŲ§Ł„Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŲŒ ŁˆŁŽŁŁŁŠŁ‡Ł ŁˆŁŽŲ­Ł’Ų“ŁŽŲ©ŁŒ Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŲ²ŁŁŠŁ„ŁŁ‡ŁŽŲ§ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŁ†Ł’Ų³Ł بِهِ فِي Ų®ŁŽŁ„Ł’ŁˆŁŽŲŖŁŁ‡Ł

ā€œDalam hati ada kekacauan yang tidak bisa dirapikan kecuali dengan menghadap kepada Allah. Di dalamnya ada kesepian yang tidak bisa dihilangkan kecuali dengan beruzlah bersama-Nya.ā€ (Madarij al-Salikin, 3/156)

Inilah penyakit zaman ini: hati membawa akal pikiran jauh dari Allah, tetapi dekat dengan glamornya duniawiyah.

Momentum Ramadhan: Madrasah Penguatan Ruhiyah

Bulan Ramadhan bukan sekadar ritual lapar dan dahaga. Ia adalah madrasah ruhiyah. Orang beriman diwajibkan berpuasa untuk pencapaian taqwa ilallah; Sebagaimana firman Allahļ·» sebagai berikut:

ŁŠŁŽŁ€Ł°Ł“Ų£ŁŽŁŠŁŁ‘Ł‡ŁŽŲ§ Ł±Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁŠŁ†ŁŽ Ų”ŁŽŲ§Ł…ŁŽŁ†ŁŁˆŲ§ŪŸ ŁƒŁŲŖŁŲØŁŽ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’ŁƒŁŁ…Ł Ł±Ł„ŲµŁŁ‘ŁŠŁŽŲ§Ł…Ł ŁƒŁŽŁ…ŁŽŲ§ ŁƒŁŲŖŁŲØŁŽ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ł±Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁŠŁ†ŁŽ مِن Ł‚ŁŽŲØŁ’Ł„ŁŁƒŁŁ…Ł’ Ł„ŁŽŲ¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‘ŁƒŁŁ…Ł’ ŲŖŁŽŲŖŁŽŁ‘Ł‚ŁŁˆŁ†ŁŽ

ā€œWahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.ā€ (QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan puasa adalah taqwa, yaitu kekuatan ruhiyah yang menjaga arah hidup.

Rasulullah ļ·ŗ bersabda:

Ł…ŁŽŁ†Ł’ ŲµŁŽŲ§Ł…ŁŽ Ų±ŁŽŁ…ŁŽŲ¶ŁŽŲ§Ł†ŁŽ Ų„ŁŁŠŁ…ŁŽŲ§Ł†Ł‹Ų§ ŁˆŁŽŲ§Ų­Ł’ŲŖŁŲ³ŁŽŲ§ŲØŁ‹Ų§ŲŒ ŲŗŁŁŁŲ±ŁŽ Ł„ŁŽŁ‡Ł Ł…ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŁ‚ŁŽŲÆŁŽŁ‘Ł…ŁŽ مِنْ Ų°ŁŽŁ†Ł’ŲØŁŁ‡Ł

ā€œBarang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.ā€ (HR. Sahih al-Bukhari no. 38; Sahih Muslim no. 760)

Ramadhan adalah momentum reset ruh. Tetapi pertanyaannya: apakah setelah Ramadhan ruh kita tetap hidup atau kembali mati?

Ruhiyah dan Arah Perjuangan Umat

Sejarah membuktikan: generasi sahabat mampu memimpin peradaban bukan karena jumlah atau teknologi, tetapi karena kekuatan ruhiyah. Dalam hal ini, salah seorang ‘ulama besar Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata:

Ł‡ŁŽŲ§Ł†ŁŁˆŲ§ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł ŁŁŽŲ¹ŁŽŲµŁŽŁˆŁ’Ł‡ŁŲŒ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŁˆŁ’ Ų¹ŁŽŲ²ŁŁ‘ŁˆŲ§ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł Ł„ŁŽŲ¹ŁŽŲµŁŽŁ…ŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’

ā€œMereka menjadi hina di sisi Allah sehingga mereka bermaksiat kepada-Nya. Seandainya mereka mulia di sisi-Nya, niscaya Dia menjaga mereka.ā€ (Disebutkan dalam Hilyat al-Awliya, 2/148)

Ketika ruh umat lemah, Allah cabut wibawanya. Akan tetapi, ketika ruh umat kuat, Allah berikan izzah: dalam arti, kekuatan harga diri, kehormatan, serta kemuliaan yang meneguhkan kedudukan selaku hambaNya.

Firman Allah di dalam Alqur-an Surat Muhammad ayat 7, merupakan salah satu cara ruh umat bekerja: untuk meneguhkan kedudukan ketika menjalani kehidupan.

؄ِن ŲŖŁŽŁ†ŲµŁŲ±ŁŁˆŲ§ŪŸ Ł±Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽ ŁŠŁŽŁ†ŲµŁŲ±Ł’ŁƒŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŁŠŁŲ«ŁŽŲØŁŁ‘ŲŖŁ’ Ų£ŁŽŁ‚Ł’ŲÆŁŽŲ§Ł…ŁŽŁƒŁŁ…Ł’

ā€œJika kalian menolong agama Allah, niscaya Allah menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.ā€ (QS. Muhammad: 7)

Pertolongan Allah bukan turun kepada jasad yang kuat, tetapi kepada ruh yang tunduk terhadapNya.

Strategi Menguatkan Ruhiyah

Agar tidak salah arah, ruhiyah harus dibangun secara sistematis; Pertama, kembali kepada Alqur-an sebagai Manhaj Hidup. Hal ini bukan hanya dibaca, tapi juga dijadikan worldview dan ideologi.

Kedua, memperbanyak Dzikir dan Qiyamul Lail. Allah berfirman:

Ų£ŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŲØŁŲ°ŁŁƒŁ’Ų±Ł Ł±Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł ŲŖŁŽŲ·Ł’Ł…ŁŽŲ¦ŁŁ†ŁŁ‘ Ł±Ł„Ł’Ł‚ŁŁ„ŁŁˆŲØŁ

ā€œIngatlah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.ā€ (QS. Ar-Ra’d: 28)

Ketiga, membersihkan niat dalam da’wah dan aktivitas, sebagaimana pernah disampaikan Imam Ibn Taymiyyah رحمه الله untuk menjadi pertimbangan, antara lain:

Ł…ŁŽŲ§ Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŁƒŁŁˆŁ†Ł Ł„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲØŁ’Ł‚ŁŽŁ‰

ā€œApa yang tidak dilakukan karena Allah, tidak akan bertahan.ā€ (Majmu’ Al-Fatawa, 10/34);

Dan yang keempat, adalah membangun lingkungan ruhiyah kolektif; Karena ruhiyah tidak cukup personal; Aktivitas keruhiyahan harus pula menjadi budaya jamaah, budaya organisasi hingga budaya umat.

Penutup: Jangan Biarkan Ruh Kita Mati

Krisis terbesar umat hari ini bukan kurangnya program, tetapi kurangnya ruh. Bukan kurangnya gerakan, tetapi kurangnya keikhlasan. Bukan kurangnya strategi, tetapi kurangnya kedekatan kepada Allah.

Jika ruh hidup, arah jelas.

Jika ruh kuat, langkah tegak.

Jika ruh bersih, perjuangan lurus.

Semoga bulan berkah ini menjadi momentum kebangkitan ruhiyah kita, agar tidak salah arah dalam kehidupan; Termasuk, ketika kita mengembangkan jangkauan da’wah  dan memperjuangkan peradaban.

Wallahu a’lam bish shawab

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This