Kuliner Halal Wajib Ada sebagai Tanggung Jawab Sosial dan Bisnis 

Must Read

JAKARTAMU.COM | DKI Jakarta tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi kini juga menegaskan diri sebagai destinasi wisata halal yang layak dibanggakan. Prestasi ini diperkuat dengan penghargaan World Halal Tourism Award 2016 dan World’s Best Hajj and Umrah Operator, yang menegaskan kemampuan Jakarta dalam menyajikan fasilitas wisata dan ibadah bagi wisatawan muslim.

Keberhasilan ini bukan tanpa alasan. Jakarta memiliki setidaknya 510 hotel halal dan lima hotel tipe syariah, ditambah 7.795 masjid, 20 situs heritage Islam, serta 19 atraksi wisata yang ramah bagi wisatawan muslim. Fasilitas ini memastikan kebutuhan wisata halal, mulai dari penginapan hingga ibadah, tersedia dengan baik.

Era Gubernur Anies Baswedan membawa regulasi baru melalui Peraturan Gubernur tentang Wisata Halal, yang mengatur destinasi wisata, insentif bagi pelaku usaha, serta pengembangan sumber daya manusia yang mendukung industri pariwisata halal. Regulasi ini menjadi landasan bagi pertumbuhan wisata halal yang bertanggung jawab di ibu kota.

Milad 117 H Muhammadiyah
Ketua PWM DKI Jakarta Dr. Akhmad H Abubakar, SE, MM. Foto: jakartamu.com/noor fajar asa

Namun, wisata halal tidak hanya relevan bagi pelaku usaha muslim. Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. H. Akhmad Abubakar SE, MM, mengatakan, kuliner halal merupakan wujud tanggung jawab sosial sekaligus bisnis. “Indonesia memiliki umat Islam terbesar di dunia. Dalam dunia bisnis, kehalalan produk kini menjadi aspek yang sangat penting,” ujarnya dalam Workshop Potensi Bisnis dan Pariwisata Halal di DKI Jakarta, Jumat (5/11/2025).  

Di tempat yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Hj. Zita Anjani sebelumnya menyebut keamanan dan kenyamanan wisatawan muslim juga menjadi perhatian. Zita Anjani mencontohkan pengalaman wisatawan di Bali. “Jika pemilik restoran mengetahui pengunjungnya muslim, mereka dengan senang hati akan memberitahukan jika makanan tidak halal dan merekomendasikan alternatif yang halal. Ini menunjukkan kesadaran dan profesionalitas dalam menyediakan layanan wisata halal,” ujarnya.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Hj. Zita Anjani. Foto: jakartamu.com/noor fajar asa

Unlock Indonesia 

Menurut dia, potensi pariwisata Indonesia luar biasa. Sektor pariwisata yang sempat terdampak  pandemi telah dibenahi. Zita menyebut dua fokus pemerintah adalah mempromosikan wisata domestik serta meningkatkan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi. Perjalanan domestik pulih lebih cepat dibandingkan internasional. Promosi didukung dengan diskon dan insentif untuk mendorong wisatawan menjelajahi destinasi baru yang belum banyak dikenal. 

Sementara pemanfaatan teknologi dilakukan kunjungan wisatawan sedang rendah. Peningkatan fasilitas bandara, perumahan, serta penerapan sistem digital canggih, mulai dari reservasi online hingga analisis perilaku wisatawan dilakukan secara real-time sehingga mempercepat adaptasi industri pariwisata modern.

Indonesia, kata Zita, memilki DNA pariwisata. Keindahan alam serta flora dan fauna yang menakjubkan merupakan kekayaan yang bisa memberikan manfaat besar. “Tantangannya adalah bagaimana mempromosikannya secara masif,” ungkap Zita. 

Ia memperkenalkan program Unlock Indonesia, yang bertujuan membuka potensi wisata tersembunyi agar dikenal dunia internasional. Untuk itu, dia mengajak Muhammadiyah ikut ambil bagian dalam program tersebut.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This