PADA September 2024, media massa memberitakan fenomena yang mengejutkan warga Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Belasan monyet liar turun dari hutan lereng Gunung Lawu karena kesulitan mencari makanan, lalu memasuki perkampungan warga. Mereka mencoba mencari apa pun yang bisa dimakan, bahkan kadang mencuri barang yang tidak bisa dimakan, seperti baju jemuran. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran warga, takut monyet-monyet tersebut melukai manusia.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa sabar adalah kemampuan khusus manusia. “Sabar hanya diberikan kepada manusia, karena binatang tidak diberi sabar, begitu pula malaikat memiliki kesempurnaan yang berbeda. Binatang digerakkan oleh nafsu syahwatnya, sehingga mereka tidak mampu bersabar. Malaikat diciptakan semata-mata untuk rindu dan taat kepada Tuhan, tanpa nafsu syahwat, sehingga mereka menjadi makhluk paling patuh kepada Allah,” ujar Ustaz Ardiansyah S.Th.I dalam khotbah Jumat di Masjid Baiturrahmah Muhammadiyah, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (5/12/2025).
Dalam khotbahnya, Ustaz Ardiansyah menyitir Surat Al-Baqarah Ayat 155:
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Ia menjelaskan bahwa ujian yang menimpa manusia hanya sebagian kecil dibandingkan ujian yang dihadapi para Nabi, Rasul, dan sahabat dalam menegakkan tauhid. Dari sini, sabar muncul sebagai kunci untuk menghadapi setiap cobaan dengan hati teguh dan penuh keimanan.
Menurut Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, iman manusia terdiri dari dua elemen utama: sabar dan syukur. Pahala sabar begitu dahsyat, dan kedudukannya sebagai ciri mendasar orang bertakwa. Beberapa ulama bahkan menyamakan sabar dengan “setengah dari keimanan,” sebagaimana jasad tidak lengkap tanpa kepala.
“Sesungguhnya iman itu terdiri dari dua bagian: sebagian sabar dan sebagian syukur,” tegas Ustaz Ardiansyah. Ia menambahkan bahwa kemampuan bersabar memberikan kekuatan spiritual untuk menghadapi musibah, termasuk bagi mereka yang terdampak banjir di Sumatera beberapa waktu lalu.


