Kurang Gizi di Masa Kecil, Risiko Diabetes Saat Dewasa

Must Read

JAKARTAMU.COM | Anak-anak cenderung meniru kebiasaan orang dewasa, termasuk dalam pola makan. Karena itu, orang tua berperan penting dengan memberi contoh pilihan makanan, minuman, dan camilan sehat, serta membiasakan aktivitas fisik yang menyenangkan. Hal ini disampaikan dr. Nindy Jayatri Siregar, Sp.PD, dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Alhuda Cipinang Kebembem, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (28/9/2025).

Menurut dia, menyajikan makanan segar di rumah menjadi teladan terbaik bagi anak. Orang tua juga dapat melibatkan anak dalam berbelanja hingga menyiapkan makanan. Aktivitas memasak bersama biasanya membuat anak senang sekaligus mengenalkan mereka pada pilihan makanan sehat dan lezat.

Konsentrasi pemerintah pada pemenuhan gizi, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak lepas dari dampak serius malnutrisi. Kurang gizi kronis pada masa kecil dapat meningkatkan risiko diabetes di usia dewasa. Gangguan tersebut dapat menghambat perkembangan organ penting seperti pankreas yang memproduksi insulin. Akibatnya, terjadi gangguan produksi insulin dan peningkatan risiko diabetes, khususnya jenis Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY) atau sering disebut Diabetes Tipe 5.

Indonesia saat ini tercatat sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes melitus (DM) tertinggi kelima di dunia. Data Federasi Diabetes Internasional (IDF) menyebutkan terdapat 19,5 juta penderita, dan jumlah itu diproyeksikan meningkat menjadi 28,6 juta pada 2045 bila tidak ada penanganan serius. Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 11,7 persen pada 2023 dan terus meningkat.

Milad 117 H Muhammadiyah

Menurut dr. Nindy, salah satu penyebab tingginya kasus diabetes dan hipertensi di Jakarta adalah pola makan tidak sehat, yakni rendah serat dan tinggi lemak. Restoran cepat saji di ibu kota banyak menyajikan makanan manis, bertepung, dan gorengan, yang semakin memperburuk kondisi.

“Peningkatan kasus diabetes juga dipengaruhi pola makan yang buruk, kurang aktivitas fisik, dan stres. Persaingan kerja, tuntutan hidup, hingga kondisi ekonomi yang belum pulih membuat masyarakat semakin tertekan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar warga Jakarta lebih sering menggunakan kendaraan bermotor dibanding berjalan kaki atau bersepeda. Akibatnya, aktivitas fisik minim dan olahraga terabaikan. “Kombinasi stres, pola makan yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik membuat risiko diabetes semakin besar,” pungkas dr. Nindy.

Serangan Pesawat Nirawak di Gaza Tengah Tewaskan Dua Warga

JAKARTAMU.COM | ​Korban jiwa di jalur Gaza kembali berjatuhan. Sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami...

More Articles Like This