JAKARTAMU.COM | Di ruang isolasi penjara Mesir, 1960-an, seorang intelektual Muslim menulis tafsir Al-Qur’an berlembar-lembar. Karyanya, Fi Zhilal al-Qur’an (Dalam Naungan Al-Qur’an), bukan sekadar tafsir, tapi manifesto ideologis. Dari situlah Sayyid Quthb (1906–1966) meletakkan dasar teologi politik yang mengguncang...