Literasi Data Didorong dari Sekolah, Wamen Fajar Tekankan Peran IFP

Must Read

JAKARTAMU.COM | Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan penguatan literasi data menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kebijakan ini dijalankan melalui digitalisasi pembelajaran, termasuk pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di sekolah. Langkah tersebut disebut sejalan dengan arah pembangunan nasional Asta Cita.

Pernyataan itu disampaikan Fajar dalam Rapat Koordinasi Data dan Teknologi Informasi Pendidikan bertema Penguatan Ekosistem Data Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran untuk Mewujudkan Indonesia Cerdas dalam Kerangka Asta Cita yang digelar Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Senin (15/12/2025), di Jakarta.

Fajar mengatakan kebijakan pendidikan berbasis data merupakan bagian dari upaya membangun ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi, dengan pendidikan sebagai pijakan utama. Ia menyebut arah tersebut telah menjadi mandat sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Pak Menteri Abdul Mu’ti sejak awal dilantik Bapak Presiden mendorong penguatan tata kelola data pendidikan yang terintegrasi, digitalisasi pembelajaran, serta pendekatan partisipasi semesta yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan satuan pendidikan,” kata Fajar.

Milad 117 H Muhammadiyah

Ia menegaskan pembagian IFP yang diinisiasi Presiden Prabowo bukan sekadar distribusi perangkat teknologi. Menurutnya, kebijakan itu merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur pengetahuan berbasis data yang dimulai dari ruang kelas.

“IFP bukan sekadar perangkat. Ini adalah fondasi dan ekosistem untuk mengembangkan pengetahuan dan literasi berbasis data. Dari sekolah di Mansinam, Manokwari, Papua hingga Jakarta, semua anak Indonesia berhak memperoleh akses dan mutu pembelajaran yang setara,” ujarnya.

Fajar juga mengaitkan kebijakan tersebut dengan komitmen pemerintah dalam penguatan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) sejak pendidikan usia dini. Ia menilai penguasaan pengetahuan dan teknologi menjadi kunci pembentukan sumber daya manusia unggul.

Mengutip pemikiran ekonom Sumitro Djojohadikusumo, Fajar menyebut ekonomi yang kuat hanya dapat dibangun di atas basis pengetahuan yang kokoh, sejalan dengan amanat UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.

Dalam rakor yang sama, Kemendikdasmen juga memberikan Anugerah Data dan Teknologi Informasi Pendidikan 2025 kepada sejumlah pihak. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyampaikan, penghargaan tersebut mencerminkan tumbuhnya praktik pemanfaatan data dan teknologi pendidikan yang sejalan dengan kebijakan kementerian.

Ia menyebut praktik tersebut meliputi inovasi pembelajaran, penguatan kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan kecerdasan buatan, penggunaan superaplikasi Rumah Pendidikan, hingga pengembangan pembelajaran jarak jauh yang adaptif.

Menutup sambutannya, Fajar menegaskan bahwa apresiasi tersebut bukan tujuan akhir, melainkan pengingat agar kebijakan benar-benar berdampak langsung ke sekolah.

“Yang terpenting adalah bagaimana data, teknologi, dan pengetahuan dikelola bersama untuk memperkuat kebijakan dan pembelajaran. Dengan penguatan literasi data, kita sedang membangun fondasi masa depan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

ISKI Ingatkan AI Dapat Mengaburkan Informasi, Kepercayaan Publik Terancam

JAKARTAMU.COM | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai membuat batas antara informasi benar dan palsu semakin sulit dibedakan. Kondisi itu...

More Articles Like This