Muhammadiyah DKI Kecam Tindakan Represif Polisi, Desak Evaluasi Pengamanan Aksi

Must Read

JAKARTAMU.COM | Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MHH PWM) DKI Jakarta menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring dalam aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8/2025). MHH PWM menilai peristiwa tersebut menorehkan luka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi catatan serius terkait pola pengamanan demonstrasi oleh aparat kepolisian.

“Aparat kepolisian semestinya bertindak sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, bukan sebaliknya menimbulkan ketakutan dan korban.” Demikian pernyataan resmi MHH PWM DKI Jakarta yang diteken ketuanya, Dr. Septa Candra, S.H., M.H. dan sekretaris Dr. Auliya Khasanofa, S.H., M.H., Jumat (29/8/2025).

Baca juga: Muhammadiyah: Kapolri Wajib Mundur atau Dicopot

MHH PWM DKI menegaskan bahwa tindakan represif aparat yang berujung hilangnya nyawa seorang warga menunjukkan kegagalan penerapan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, MHH PWM DKI Jakarta menyampaikan empat sikap.

Milad 117 H Muhammadiyah

Pertama, menyayangkan tindakan aparat yang seharusnya melindungi demonstran. Aksi demonstrasi, menurut MHH PWM DKI, merupakan hak konstitusional yang dijamin UUD 1945.

Kedua, mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aparat lapangan serta memberikan sanksi tegas kepada anggota yang terbukti melanggar SOP pengamanan.

Ketiga, meminta DPR RI dan pemerintah untuk menanggapi isu-isu yang disuarakan rakyat dalam demonstrasi secara serius dan bijaksana.

Keempat, memperingatkan bahwa mengabaikan aspirasi rakyat dapat membuka ruang lahirnya aksi-aksi lanjutan dalam jumlah lebih besar, terlebih jika isu yang diangkat menjadi perhatian lintas kelompok masyarakat.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, MHH PWM DKI juga mengajak seluruh pihak menegakkan prinsip negara hukum, menghormati hak asasi manusia, dan mengedepankan dialog konstruktif demi terciptanya kehidupan berbangsa yang adil dan damai.

Baca juga: Kematian Affan Kurniawan ”Membakar” 7 Kota Besar

Pernyataan sikap MHH PWM DKI disampaikan merespons tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online berusia 21 tahun, yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob saat kericuhan unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Kamis (28/8). Polri telah menangkap tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat. Kapolri Jenderal Listo Sigit Prabowo telah menyampaikan permohonan maaf. Bahkan Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan prihatin, duka cita, serta kecewa terhadap penanganan aksi. Dia meminta aparat yang bersalah diproses hukum.

Tetapi tampaknya semua pernyataan itu belum menenangkan massa. Akibat kematian Affan, gelombang protes luas di Pulau Jawa hari ini. Aksi solidaritas digelar sejak pagi tadi di sejumlah kota. Di Jakarta, massa berkumpul di depan Mapolda Metro Jaya dan Mako Brimob. Hingga petang ini, massa belum beranjak pergi. Hal yang sama terjadi di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bogor. Di semua titik, demonstrasi diwarnai dengan aksi pembakaran. (*)

Serangan Pesawat Nirawak di Gaza Tengah Tewaskan Dua Warga

JAKARTAMU.COM | ​Korban jiwa di jalur Gaza kembali berjatuhan. Sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami...

More Articles Like This