Pemimpin Hamas Serukan Perlawanan dan Tegaskan Posisi Politik

Must Read

JAKARTAMU.COM | Sempat menghilang pasca serangan udara Israel di Doha, anggota senior Hamas, Khalil Al-Hayya, akhirnya muncul. Dia menyampaikan pernyataan resmi yang menegaskan sikap gerakan perlawanan Palestina terhadap perkembangan terbaru di Gaza dan proses politik yang sedang berlangsung. 

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh Al-Araby TV, Al-Hayya menegaskan bahwa Hamas tidak akan tunduk pada tekanan internasional yang bertujuan melemahkan perlawanan rakyat Palestina. Ia menyebut bahwa serangan terhadap kantor politik Hamas di Doha tidak akan mengubah arah perjuangan mereka, melainkan justru memperkuat tekad untuk melawan pendudukan Israel.

Al-Hayya juga menyinggung proses negosiasi yang sedang berlangsung, termasuk upaya mediasi yang dilakukan oleh Qatar dan Mesir. Menurutnya, Hamas tetap terbuka terhadap solusi politik yang menjamin hak-hak rakyat Palestina, namun menolak segala bentuk kompromi yang mengabaikan prinsip-prinsip dasar perjuangan. “Kami tidak akan menerima kesepakatan yang mengorbankan darah para syuhada,” tegasnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Gaza, menyusul serangan udara Israel yang menargetkan sejumlah fasilitas milik Hamas, termasuk kantor politik mereka di Doha. Serangan tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk kelompok perlawanan di Lebanon dan Yaman, yang menyatakan solidaritas terhadap Hamas.

Milad 117 H Muhammadiyah

Al-Hayya juga menyampaikan penghargaan kepada negara-negara yang mendukung perjuangan Palestina, khususnya Iran dan Hizbullah, yang menurutnya telah memberikan dukungan strategis dalam menghadapi agresi Israel. Ia menekankan bahwa koalisi perlawanan regional akan terus berkembang sebagai respons terhadap eskalasi militer yang dilakukan oleh Tel Aviv.

Di akhir pernyataannya, Al-Hayya menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tidak terjebak dalam narasi yang disebarkan oleh media Barat, yang menurutnya sering kali menyesatkan dan tidak mencerminkan realitas di lapangan. Ia mengajak dunia untuk melihat penderitaan rakyat Gaza sebagai krisis kemanusiaan yang membutuhkan solusi adil dan bermartabat.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa Hamas tetap memegang kendali atas arah politik dan militer mereka, meski berada di bawah tekanan intens dari berbagai pihak. Munculnya Al-Hayya setelah serangan Doha juga menjadi sinyal bahwa kepemimpinan Hamas belum tergoyahkan, dan bahwa mereka siap menghadapi babak baru dalam konflik yang telah berlangsung puluhan tahun. 

Serangan itu Israel di Doha menewaskan enam orang, termasuk putra Khalil, yaitu Hammam al-Hayya, manajer kantornya, Jihad Labbad, dan beberapa anggota stafnya. Alih-alih mendapat dukungan, Israel panen kecaman internasional. Serangan itu pula, yang mempercepat sikap-sikap negara yang sebelum netral dan ambigu untuk menegaskan dukungan terhadap eksistensi negara Palestina, di antaranya Inggris, sekutu paling dekat AS.

Sumber : Al-Mayadeen

ISKI Ingatkan AI Dapat Mengaburkan Informasi, Kepercayaan Publik Terancam

JAKARTAMU.COM | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai membuat batas antara informasi benar dan palsu semakin sulit dibedakan. Kondisi itu...

More Articles Like This