Perintah Perdana Mojtaba Khamenei: Lanjutkan Penutupan Selat Hormuz!

Must Read

JAKARTAMU.COM | Pemimpin Tertinggi baru Republik Islam Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, menyampaikan pesan tertulis pertamanya sejak ditetapkan oleh Majelis Pakar. Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (12/3/2026), ia menegaskan kelanjutan perlawanan Iran dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel serta memastikan kebijakan penutupan Selat Hormuz tetap dipertahankan.

“Kehendak rakyat adalah melanjutkan pertahanan yang efektif, dan kehadiran mereka di medan perang harus dipertahankan. Selat Hormuz harus tetap tertutup,” tulis Mojtaba Khamenei dalam pesan tersebut.

Pesan itu diawali dengan doa bagi kemunculan Imam Mahdi serta ungkapan duka atas wafatnya Pemimpin Tertinggi sebelumnya, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Ia menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran dan komunitas Muslim dunia, terutama keluarga korban perang yang terjadi setelah konflik terbuka Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Baca juga: Enam Hari Serang Iran Menguras Rp187 Triliun Anggaran AS

Milad 117 H Muhammadiyah

Dalam bagian awal pesannya kepada publik Iran, Mojtaba menyatakan dirinya mengetahui hasil pemungutan suara Majelis Pakar yang menetapkannya sebagai pemimpin tertinggi melalui media resmi negara.

“Saya, Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, mengetahui hasil pemungutan suara Majelis Pakar melalui media Republik Islam, sama seperti Anda semua,” tulisnya.

Ia mengakui posisi tersebut membawa tanggung jawab besar karena harus melanjutkan kepemimpinan setelah dua tokoh penting Revolusi Islam Iran, yakni Ayatollah Ruhollah Khomeini dan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

“Menduduki posisi yang pernah ditempati Imam Khomeini dan Syahid Khamenei adalah tugas yang berat,” ujarnya.

Dalam pesan itu, Mojtaba juga menyinggung kunjungannya ke makam ayahnya setelah wafat. Ia menyebut sosok pemimpin sebelumnya sebagai figur dengan keteguhan yang kuat dan pengabdian panjang bagi revolusi Iran.

Baca juga: Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 Usai Serangan AS–Israel

Peran masyarakat dalam pertahanan negara mendapat perhatian khusus dalam pidato tersebut. Mojtaba menyebut kepercayaan kepada rakyat sebagai karakter kepemimpinan yang diwarisi dari para pemimpin revolusi sebelumnya.

“Salah satu kualitas penting pemimpin revolusi dan pendahulunya adalah melibatkan rakyat dalam seluruh aspek kehidupan serta mengandalkan kekuatan mereka,” tulisnya.

Ia juga memuji ketahanan publik Iran selama periode ketika negara itu berada tanpa pemimpin tertinggi dan panglima militer setelah wafatnya Ali Khamenei.

“Kecerdasan, wawasan, dan ketahanan rakyat Iran selama masa ini membuat kagum para sahabat dan mengejutkan musuh,” katanya.

Mojtaba menilai keberhasilan Iran dalam menghadapi tekanan militer dan politik sangat bergantung pada persatuan nasional serta keyakinan masyarakat terhadap tujuan revolusi.

Ia juga mengajak masyarakat tetap aktif dalam kehidupan politik dan kegiatan publik, termasuk partisipasi dalam peringatan Hari Quds yang berlangsung pada Jumat terakhir Ramadan.

Selain kepada masyarakat sipil, pesan tersebut ditujukan kepada militer Iran. Mojtaba menyampaikan apresiasi terhadap pasukan bersenjata yang menurutnya berhasil menghentikan serangan musuh.

“Para prajurit kita telah menghentikan laju musuh dengan pukulan yang keras dan menggagalkan rencana untuk menguasai atau memecah negara ini,” tulisnya.

Ia kembali menegaskan tuntutan rakyat Iran terhadap kebijakan pertahanan yang kuat serta keberlanjutan strategi penutupan Selat Hormuz.

Mojtaba juga menyebut dukungan dari kelompok yang disebut sebagai “front perlawanan”, termasuk Hizbullah di Lebanon, kelompok bersenjata di Irak, dan pasukan di Yaman. “Kami menganggap negara-negara front perlawanan sebagai sahabat terbaik kami,” ujarnya.

Dalam bagian lain pesannya, ia menyampaikan simpati kepada keluarga korban perang dan para korban luka akibat konflik yang sedang berlangsung. “Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para martir,” tulisnya.

Mojtaba juga mengungkapkan bahwa keluarganya turut kehilangan anggota keluarga akibat perang, termasuk istri, saudara perempuan, keponakan, dan saudara ipar.

Ia memastikan pemerintah Iran akan memberikan dukungan medis serta bantuan kepada korban luka. Ia juga menegaskan bahwa Iran akan terus menuntut keadilan atas korban perang.

“Kami tidak akan menghentikan upaya menegakkan keadilan atas darah para martir kami,” katanya.

Pesan tersebut juga diarahkan kepada negara-negara tetangga Iran. Mojtaba mengingatkan agar mereka mempertimbangkan kembali hubungan militer dengan negara asing yang menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Iran.

“Kita berbagi perbatasan dengan 15 negara dan selalu berupaya menjaga hubungan yang konstruktif dengan mereka,” tulisnya.

Namun ia menyatakan Iran akan tetap menargetkan pangkalan militer asing yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran.

Pada bagian penutup, Mojtaba memberikan penghormatan kepada ayahnya. Ia menyebut wafatnya Ali Khamenei meninggalkan kesedihan besar bagi rakyat Iran. Ia berjanji akan melanjutkan arah perjuangan yang diwariskan pemimpin sebelumnya.

“Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk mengangkat panji yang Anda kibarkan,” kata Mojtaba.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This