Provokasi Dubes AS untuk Ekspansi Israel Indikasi Kuat Tujuan Board of Peace Trump

Must Read

JAKARTAMU.COM | Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid menilai pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee  yang mendukung perluasan wilayah pendudukan Israel sangat provokatif. Karena itu, dia mendukung penuh sikap tegas Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menolak pernyataan yang sangat potensial mengancam kedaulatan negara-negara di Timur Tengah tersebut.

​Hidayat, yang akrab disapa HNW menegaskan, gagasan ekspansi Israel dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat bukan saja masalah terhadap teritorial Palestina melainkan ancaman nyata bagi stabilitas kawasan. “Ini bukan hanya soal pendudukan atas Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur, tetapi sudah meluas ke negara-negara tetangga seperti Mesir, Arab Saudi, Irak, Suriah, Yordania, dan Lebanon,” ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Senin (23/2/2026).

​Politisi senior tersebut menilai ada kontradiksi tajam antara pernyataan Huckabee dengan upaya perdamaian yang sedang dipromosikan Presiden AS Donald Trump melalui Board of Peace (BoP). Menurut HNW, sikap Dubes AS di Tel Aviv tersebut bertolak belakang dengan semangat penghentian perang yang digaungkan Washington.

Baca juga: Muhammadiyah: Board of Peace Lebih Mirip Perusahaan Milik Trump

Milad 117 H Muhammadiyah

​”Jika tidak ada koreksi atau klarifikasi terbuka dari Presiden Trump, maka misi BoP untuk menghadirkan perdamaian patut dipertanyakan. Apakah ini murni upaya damai atau sekadar kedok untuk melegitimasi laku ekspansionis Israel?” cetus HNW.

​Ia menambahkan bahwa gelombang penolakan tidak hanya datang dari mancanegara. Sejumlah tokoh internal di Amerika Serikat pun mulai menyuarakan desakan agar Huckabee ditarik dari posisinya karena dianggap membahayakan kepentingan nasional AS dan perdamaian global.

Ingatkan Opsi Mundur

​HNW memandang momentum ini sebagai titik balik penting bagi OKI untuk memperkuat soliditas dengan organisasi internasional lainnya, seperti Liga Arab, Liga Muslim Sedunia, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Sebanyak 11 Menteri Luar Negeri anggota OKI, termasuk Indonesia, Arab Saudi, dan Turki telah menunjukkan sikap serupa.

​”Penjajahan Israel dan klaim ‘Israel Raya’ harus dihentikan dengan solidaritas yang kuat. Ini adalah tanggung jawab kolektif untuk menyelamatkan kedaulatan negara-negara anggota dari ancaman kolonialisme modern,” tegasnya.

Baca juga: Ikut Dewan Perdamaian Bentukan Trump, HNW Minta Indonesia Taat Konstitusi  

​Terkait posisi diplomasi Indonesia, HNW mengingatkan kembali komitmen konstitusional yang termaktub dalam UUD NRI 1945 untuk menghapuskan segala bentuk penjajahan. Ia menekankan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, baik melalui skema solusi dua negara (two-state solution) maupun pengakuan penuh, adalah harga mati.

​Lebih jauh, HNW menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai posisi Indonesia di dalam Board of Peace. Jika AS tetap membiarkan agenda ekspansionisme Israel berkembang tanpa koreksi, ia menilai opsi Indonesia untuk menarik diri dari keanggotaan BoP perlu dipertimbangkan secara serius.

​”Sikap resmi Indonesia yang diperjuangkan Presiden Prabowo dan Menlu Sugiono tetap konsisten membela Palestina. Wacana ‘Israel Raya’ jelas tidak akan membiarkan solusi dua negara terwujud. Jika agenda ini dibiarkan, maka keberadaan kita di BoP menjadi tidak relevan lagi dengan amanat konstitusi,” pungkas HNW.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This