Oleh Irwan Djamaluddin | Penyair dan Direktur Eksekutif Lembaga Roset Tulang Belulang
INILAH kisah sebuah naskah
Anak negeri yang terjajah
Ulah rakus tak sudah sudah
Bermula sewa sepetak tanah
Tanah disewa lanjut dijarah
Pemilik asli dianggap sampah
Semua dikuras demi rupiah
tanpa martabat tanpa marwah
Hasil bumi tanah pertiwi
Untuk penghuni hidup serasi
Menjadi tuan di negeri sendiri
Tersirat indah dalam konstitusi

Gemah ripah loh jinawi
Sungguh mulia sangat tinggi
Dirampas pengkhianat negeri
Hasil bumi punah dicuri
Konstitusi rusak dimanipulasi
warga ditindas dan diintimidasi
diusir dari tempat domisili
Meng-atas-kan nama demokrasi
Sumber alam melimpah ruah
Punah dijarah para penjarah
Bangsa bangkrut tak bermarwah
semakin hari semakin susah
Kesusahan lahir dari kebiadaban
Hukum alam telah menjelaskan
Kasih sayang sifat ketuhanan
Biadab dan rakus tabiat setan
Tabiat setan tanpa belas kasihan
Laut dan darat semua ditelan
Tindakan ini tak boleh dibiarkan
Mari bersatu bersama melawan
Tugas utama para cendikia
membuka mata yang buta
agar paham realita nyata
masuk barisan bela bangsa
Hidup berbangsa dan bernegara
Tujuan mulia menuju merdeka
Kesepakatan dibuat tujuan bersama
Jangan ada yang teraniaya
Semangat menuju gerbang kemerdekaan
Tak boleh hilang oleh berbagai gangguan
Proses perlawanan tetap digerakkan
sampai masuk ke dalam ruang keadilan
Ruang keadilan akan tertata
Bila hukum tertata nyata
Hukum berlaku untuk semua
Tak kenal kulit dan warna
Itulah masalah utama bangsa
Rasa keadilan belum tersedia
Manusia licik memutar fakta
Sesama warga diadu domba
Domba-domba bertelinga dan bermata
Tidak mendengar dan tak melihat pula
Membabi-buta bela kelicikan abai etika
Berpayung dalil pembenaran tipu logika
tiada etika tiada logika
mulut dan perut pemangsa tanda nyata setan durjana
Tempat berdansa si angkara murka
Kerkuasaan itu pisau bermata dua
digunakan untuk apa saja
bagaimana mendapatkannya
menentukan halal haram pengguna
Pendiri bangsa telah sepakat
Bentuk republik yang berdaulat
Keputusan atas kehendak rakyat
Segenap warga wajib taat
taat azas hukum berjalan lugas
ingkar azas oknum bertindak culas
Semua oknum bebas berlaku ganas
Pertanda sistem bekerja tidak waras
Pemegang pisau bebas menebas
Dengan nyata melanggar azas
hamba tak berdaya sesak nafas
Tuan berkuasa melibas puas
Tuan berkuasa bernama cuan
Modal membeli semua kehormatan
kehormatan hilang bangsa tertelan
Tertelan oleh syahwat setan
Syahwat setan berejakulasi
Amalkan politik gentong babi
Politik perzinahan nyata terjadi
Melahirkan anak haram konstitusi
Simposium ini memperlebar jalan
Membangun kesadaran untuk melawan
Martabat bangsa telah ditelan
dalam kemaluan politik perzinahan
______


