Puisi untuk Negeri  

Must Read

Oleh Irwan Djamaluddin | Penyair dan Direktur Eksekutif Lembaga Roset Tulang Belulang

INILAH kisah sebuah naskah
Anak negeri yang terjajah 
Ulah rakus tak sudah sudah
Bermula sewa sepetak tanah

Tanah disewa lanjut dijarah
Pemilik asli dianggap sampah
Semua dikuras demi rupiah
tanpa martabat tanpa marwah

Hasil bumi tanah pertiwi
Untuk penghuni hidup serasi
Menjadi tuan di negeri sendiri
Tersirat indah dalam konstitusi

Milad 117 H Muhammadiyah

Gemah ripah loh jinawi
Sungguh mulia sangat tinggi 
Dirampas pengkhianat negeri 
Hasil bumi  punah dicuri

Konstitusi rusak dimanipulasi  
warga ditindas dan diintimidasi
diusir dari tempat domisili
Meng-atas-kan nama demokrasi

Sumber alam melimpah ruah
Punah dijarah para penjarah 
Bangsa bangkrut tak bermarwah
semakin hari semakin susah

Kesusahan lahir dari kebiadaban 
Hukum alam telah menjelaskan 
Kasih sayang sifat ketuhanan 
Biadab  dan rakus tabiat setan 

Tabiat setan tanpa belas kasihan 
Laut dan darat semua ditelan 
Tindakan ini tak boleh dibiarkan 
Mari bersatu bersama  melawan

Tugas utama para cendikia 
membuka mata yang buta
agar paham realita nyata
masuk barisan bela bangsa

Hidup berbangsa dan bernegara
Tujuan mulia menuju merdeka 
Kesepakatan dibuat tujuan bersama 
Jangan ada yang teraniaya 

Semangat menuju gerbang kemerdekaan 
Tak boleh hilang oleh berbagai gangguan
Proses perlawanan tetap digerakkan 
sampai masuk ke dalam ruang keadilan

Ruang keadilan akan tertata 
Bila hukum tertata nyata 
Hukum berlaku untuk semua 
Tak kenal kulit dan warna 

Itulah masalah utama bangsa 
Rasa keadilan belum tersedia
Manusia licik memutar fakta  
Sesama warga diadu domba 

Domba-domba bertelinga dan bermata 
Tidak mendengar dan tak melihat pula 
Membabi-buta bela kelicikan abai etika 
Berpayung dalil pembenaran tipu logika 

tiada etika tiada logika 
mulut dan perut pemangsa tanda nyata setan durjana 

Tempat berdansa si angkara murka   

Kerkuasaan itu pisau bermata dua

digunakan untuk apa saja 

bagaimana mendapatkannya 

menentukan halal haram pengguna

Pendiri bangsa telah sepakat 

Bentuk republik yang berdaulat

Keputusan atas kehendak rakyat

Segenap warga wajib taat

taat azas  hukum berjalan lugas

ingkar azas  oknum bertindak culas

Semua oknum bebas berlaku ganas 

Pertanda sistem bekerja tidak waras 

Pemegang pisau bebas menebas

Dengan nyata melanggar azas  

hamba tak berdaya sesak nafas

Tuan berkuasa melibas puas

Tuan berkuasa bernama cuan

Modal membeli semua kehormatan

kehormatan hilang bangsa tertelan

Tertelan oleh syahwat setan

Syahwat setan berejakulasi 

Amalkan politik gentong babi

Politik perzinahan nyata terjadi

Melahirkan anak haram konstitusi

Simposium ini memperlebar jalan 

Membangun kesadaran untuk melawan

Martabat bangsa telah ditelan  

dalam kemaluan politik perzinahan

______

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This