JAKARTAMU.COM | Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta melepas 20 relawan untuk bergabung dengan jaringan relawan Muhammadiyah nasional dalam penanganan dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat. Pelepasan dilakukan di Ruang Rapat PWM DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya No. 49, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
“Penugasan ini merupakan tindak lanjut surat Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PP Muhammadiyah. Relawan DKI Jakarta akan bergabung dengan relawan Muhammadiyah dari berbagai wilayah Indonesia,” ujar Wakil Ketua PWM DKI Jakarta, Abdul Halim, saat memimpin rapat pelepasan.
Rapat pelepasan turut dihadiri Wakil Ketua PWM DKI Jakarta lainnya, Agus Salim dan Prof. Bunyamin, bersama perwakilan majelis, lembaga, organisasi otonom, serta para relawan yang akan berangkat ke lokasi bencana.
Sebanyak 20 relawan yang diberangkatkan terdiri atas unsur LRB, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS), Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), serta relawan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dari IPM, IMM, dan Nasyiatul Aisyiyah. LRB PWM DKI Jakarta bersama LRB Jawa Barat mendapat tugas khusus di wilayah Aceh Utara.


Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tenaga medis, dosen, guru, karyawan swasta, hingga mahasiswa dan pelajar.
Abdul Halim menjelaskan, komposisi tim mencakup empat personel LRB sebagai pimpinan lapangan, lima relawan psikososial dari MPKS, empat tenaga medis dari MPKU, serta tujuh relawan AMM. Seluruh pembiayaan selama bertugas didukung oleh Lazismu PWM DKI Jakarta, dengan masa penugasan sekitar 30 hari dan pemberangkatan dijadwalkan mulai Selasa (20/1/2026) hari ini.
Dalam kesempatan tersebut, PWM DKI Jakarta menyampaikan sejumlah arahan kepada tim relawan. Mereka diminta menggunakan atribut resmi PWM DKI Jakarta, mengikuti standar operasional prosedur dan arahan LRB PP Muhammadiyah, serta menjaga kekompakan selama bertugas.
Relawan juga diminta melakukan asesmen, mendokumentasikan kegiatan di lapangan, dan mengusulkan program yang bersifat berkelanjutan, seperti perbaikan sanitasi, renovasi masjid, atau fasilitas pendidikan. Selain itu, relawan diharapkan siap menjalankan peran keagamaan di lokasi bencana, menyusun laporan kegiatan dan penggunaan dana kepada PWM DKI Jakarta melalui Lazismu, serta menjaga kesehatan selama bertugas.


