Lomba Penyelenggaraan Jenazah untuk Dekatkan Generasi Digital pada Agama

Must Read

JAKARTAMU.COM | Kaum muda perlu didekatkan kembali pada praktik keagamaan yang bersifat mendasar dan nyata. Salah satu caranya, melalui kegiatan kompetisi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk lomba penyelenggaraan jenazah.

Gagasan tersebut disampaikan Kepala Bidang Manajemen SDM Masjid Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), Drs. H. Ahmad Yani, dalam Kajian Ahad Pagi bertema perencanaan program Ramadan bagi jemaah dan pengurus masjid di Masjid Al Huda, Cipinang Kebembem, Jakarta Timur, Minggu (18/1/2026).

Ustaz Drs H Ahmad Yani, Kabid Manajemen SDM Masjid PP DMI. Foto: jakartamu.com/noor fajar asa

Ahmad Yani menilai generasi muda saat ini sangat lekat dengan budaya visual dan media sosial. Hampir setiap aktivitas, menurut dia, tidak pernah lepas dari kebiasaan berfoto dan mengunggahnya ke ruang digital.

“Sekarang apa pun difoto. Semua momen diabadikan dan diunggah ke media sosial,” kata Ahmad Yani.

Milad 117 H Muhammadiyah

Kebiasaan tersebut, lanjut dia, bahkan terbawa hingga pada peristiwa kematian. Ia menyoroti fenomena ketika rangkaian penyelenggaraan jenazah—mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan—lebih banyak didokumentasikan ketimbang dijalankan secara langsung oleh keluarga terdekat.

“Dalam beberapa kasus, anak-anak yang seharusnya terlibat justru sibuk berfoto. Ada yang sampai lupa ikut memandikan atau menyalatkan jenazah orang tuanya sendiri,” ujarnya.

Ahmad Yani juga menyinggung situasi ketika anak-anak menjadi imam salat jenazah, tetapi anggota keluarga lain justru tidak ikut salat karena fokus pada dokumentasi dengan alasan arsip keluarga.

Melalui lomba penyelenggaraan jenazah, ia berharap kaum muda tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik. Dalam lomba tersebut, termasuk salat jenazah, bacaan yang biasanya dilakukan secara sirr dibolehkan dibaca jahr demi kepentingan penilaian juri.

“Ini bagian dari pendidikan sekaligus syiar dakwah,” kata dia.

Menurut Ahmad Yani, konsep lomba tersebut juga dapat diadopsi oleh tim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah-sekolah swasta, termasuk sekolah Muhammadiyah di DKI Jakarta. Ia menilai sekolah swasta perlu menghadirkan program kreatif untuk menarik minat calon siswa dan menunjukkan karakter serta keunggulan institusi pendidikan.

Selama ini, kegiatan penjaringan siswa baru umumnya diisi dengan kunjungan sekolah atau seleksi rutin untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga pondok pesantren. Melalui kegiatan kompetisi yang edukatif dan kontekstual, sekolah dinilai dapat membangun pengalaman yang lebih bermakna bagi calon peserta didik dan orang tua.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This