JAKARTAMU.COM | Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, resmi menyatakan pengunduran diri dari jabatannya. Keputusan itu ia sampaikan melalui sebuah video yang dirilis pada Rabu (10/9/2025).
Saraswati menjelaskan, langkah tersebut diambil setelah pernyataannya dalam sebuah podcast kembali dipermasalahkan publik. Podcast berjudul “Rahayu Saraswati Kupas Isu Perempuan hingga Kolaborasi Ekonomi Kreatif” itu tayang di kanal On The Record TV Indonesia pada 28 Februari 2025. Potongan ucapannya dari menit ke-25:37 hingga 27:40 kemudian viral menjelang peringatan 17 Agustus, dan dianggap merendahkan perjuangan masyarakat, khususnya anak-anak muda yang berusaha membangun usaha.
“Tidak ada maksud untuk meremehkan atau merendahkan. Kesalahan sepenuhnya ada pada saya,” ujar Saraswati dalam pernyataannya. Ia mengakui kata-kata yang ia lontarkan telah melukai banyak pihak, terutama mereka yang masih berjuang untuk menghidupi keluarga di tengah berbagai kesulitan.
Baca juga: Ini Pernyataan yang Memaksa Saraswati Keponakan Prabowo Hengkang dari Kursi DPR

Saraswati menegaskan dirinya memahami betul tantangan memulai usaha karena pernah merintis perusahaan sendiri, mempekerjakan ratusan karyawan, hingga menjadi penasihat bagi sejumlah startup. Namun, ia menyadari dirinya memiliki privilese dan dukungan keluarga yang tidak semua orang miliki.
Meski menyatakan mundur, Saraswati berharap masih bisa menuntaskan satu tugas terakhir sebagai anggota Komisi VII DPR RI, yakni pembahasan RUU Kepariwisataan. Ia juga berjanji menyalurkan sisa dana aspirasi untuk kebutuhan alat kesehatan, pelatihan kewirausahaan, serta pemberdayaan anak muda di daerah pemilihannya, yaitu Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Dalam kesempatan itu, Saraswati menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memilihnya serta meminta maaf jika ada kekecewaan selama ia menjabat. Ia menambahkan, perjuangannya untuk isu-isu seperti pemberantasan perdagangan orang, pengelolaan sampah berkelanjutan, krisis iklim, energi terbarukan, pemberdayaan anak muda, dan keterwakilan perempuan akan tetap dilanjutkan melalui organisasi yang ia pimpin maupun rintis.
“Berserah tidak sama dengan menyerah. Perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik tidak harus dari kursi DPR,” tuturnya. (*)


