LAMPUNG UTARA, JAKARTAMU.COM | “Kedaulatan itu otentik, absolut, dan tidak bisa diwakili.” Pernyataan tegas Rocky Gerung ini menjadi sorotan utama dalam Sekolah Kebangsaan yang digelar Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) bersama Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lampung Utara, Jumat (12/9/2025).
Rocky menegaskan, rakyat tidak pernah menyerahkan kedaulatan kepada siapapun, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurutnya, yang diberikan rakyat hanyalah mandat politik lima tahunan.
”Rawatlah bangsa ini di dalam ide perbedaan. Kesalahan paradigma ini dipelihara di DPR sehingga timbul keangkuhan, seolah-olah karena mewakili rakyat maka mereka berdaulat,” ujarnya.
Baca juga: Muhadjir Effendy Minta Rektor PTMA yang Tak Stres untuk Waspada

Dalam paparannya, Rocky mengkritik cara pemerintah maupun DPR menafsirkan sila ketiga Pancasila. Persatuan Indonesia, kata dia, kerap dimaknai sebagai keseragaman, padahal justru perbedaanlah yang melahirkan persatuan. “DPR itu mestinya penjaga rakyat agar tidak diterkam penguasa. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, DPR kerap menjadi bagian dari masalah,” katanya.
Rocky juga menyinggung lemahnya pendidikan politik di tanah air. Menurutnya, partai politik tidak memiliki kurikulum pendidikan kebangsaan maupun demokrasi sehingga elite maupun masyarakat rawan salah memahami prinsip kedaulatan. Ia menambahkan, demonstrasi yang tidak dibangun dengan ide kuat dan kepemimpinan bermutu hanya akan mudah digiring menuju kerusuhan.
”Kalau idenya kuat dan pemimpinnya bermutu, polisi dan tentara tidak perlu hadir. Tapi kalau kosong, itu mudah digiring ke arah kekacauan,” tegasnya.
Ia kemudian mengingatkan pentingnya akal sehat dalam kepemimpinan. “Perlu kita ingat bahwa ijazah itu hanya tanda bahwa kita pernah sekolah, bukan pernah berpikir,” ungkap Rocky yang disambut tepuk tangan peserta.
Baca juga: Sudah Punya 431 Profesor, PTMA Tak Usah Latah Beri Gelar Kehormatan
Kegiatan yang mengusung tema “Penguasa Tanpa Akal Sehat, Apa Jadinya Rakyat?” berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3 UMKO dengan dihadiri Wakil Bupati Lampung Utara Romli, unsur Forkopimda, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, serta jajaran IMM se-Lampung. Ratusan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum hadir dalam forum ini.
Rektor UMKO, Irawan Suprapto, menegaskan dukungan kampus dalam membangun tradisi berpikir kritis. “UMKO terus ingin mengambil bagian dalam merawat perkaderan Muhammadiyah dengan terus mensupport kegiatan yang mampu membangun nalar kritis dan mengusahakan terbentuk kader yang memiliki intelektualitas yang tinggi,” ujarnya.
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, mempertemukan gagasan Rocky dengan perspektif mahasiswa. Forum ini menjadi ruang penting bagi peserta untuk menajamkan kesadaran politik sekaligus melatih keberanian memperjuangkan kepentingan rakyat. (*)


