Sekam MPM Wadah Pembentuk Kader Pencerahan

Must Read

SLEMAN, JAKARTAMU.COM | Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (Sekam) yang diselenggarakan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan Sekam sebagai bagian dari pendidikan pencerahan.

Pendidikan bagi Muhammadiyah, tutur Irwan, merupakan upaya pencerahan kesadaran ketuhanan yang menghidupkan, mencerdaskan, dan membebaskan. Karena itu, Sekam diharapkan menjadi bagian yang terintegrasi dengan semangat pendidikan tersebut.

Ke depan, para peserta Sekam ke-23 diharapkan menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan di kelompok-kelompok marjinal, seperti petani, nelayan, buruh—termasuk buruh migran—serta masyarakat miskin perkotaan.

Baca juga: Haedar Nashir Perkenalkan Varietas Padi Mentari di Jambore Nasional Jatam

Milad 117 H Muhammadiyah

Melalui pelatihan Sekam, kader pemberdaya yang akan terjun mendampingi masyarakat diharapkan tidak sekadar datang, memberi, lalu pergi. Pemberdayaan bagi Muhammadiyah memiliki makna yang lebih mendalam dan berkelanjutan.

Melalui agenda ini, para pendamping masyarakat diharapkan memiliki semangat perubahan yang menyentuh aspek-aspek mendasar, terutama tradisi, budaya, atau kebiasaan boros yang bersifat maladaptif.

“Bahkan jika kita cermati, hal-hal mendasar seperti kebiasaan hidup perlu diubah. Misalnya, kelompok nelayan yang belum memiliki literasi keuangan. Setelah melaut dan memperoleh penghasilan, uangnya langsung habis,” ungkap Irwan di BBPPMPV Seni Budaya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurutnya, setiap kelompok masyarakat memiliki karakter yang berbeda. Oleh karena itu, dibutuhkan keahlian khusus untuk membangun komunikasi dengan mereka. Keahlian tersebut dapat diperoleh melalui pelatihan di Sekam.

Baca juga: MPM Muhammadiyah DKI Jakarta Sukses Gelar Pelatihan Budidaya Anggur

Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, meminta peserta Sekam menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan bertujuan mendorong kesadaran dan kekuatan dari dalam masyarakat itu sendiri.

“Itulah pemberdayaan, yaitu mengangkat dan mengungkit potensi masyarakat,” kata Nurul Yamin.

Selain daya dorong, pemberdayaan juga perlu memiliki daya tarik agar mampu membuka wawasan masyarakat yang selama ini terkungkung oleh perilaku maladaptif dan keterbatasan pengetahuan.

Namun demikian, gerakan pemberdayaan tidak semudah yang tertulis di atas kertas. Fakta di lapangan kerap kali jauh lebih kompleks. Karena itu, berbagai pendekatan akan diperkenalkan dalam Sekam.

Dalam sambutannya, Nurul Yamin menyinggung pentingnya pendekatan pendidikan orang dewasa. Namun, pendekatan tersebut perlu disesuaikan dengan konteks sosial agar dakwah pemberdayaan dapat berjalan efektif.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This