Urgensi Psikologi Kebencanaan untuk Membangun Kesiapan Mental Masyarakat

Must Read

BANDUNG, JAKARTAMU.COM | Mempelajari dan memahami psikologi kebencanaan sangat penting bagi negara seperti Indonesia. Kondisi geografis yang cukup potensial bencana alam dan dapat menimbulkan dampak psikologis serius mesti diantisipasi dengan kesiapan mental yang memadai.

Hal tersebut disampaikan Ahli Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Dr. Irianti Usman, MA,  saat memberikan sambutan dalam Kuliah Umum Program Studi Psikologi bertajuk Psikologi, Bencana, dan Kita: Psikologi Kebencanaan & Psychological First Aid di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung, Selasa (20/1/2026). Ia menyampaikan bahwa bencana tidak hanya menimbulkan kerugian fisik dan material, tetapi juga memicu tekanan psikologis berkepanjangan akibat kehilangan harta benda dan rasa aman dalam waktu singkat.

“Jika kita tidak siap menghadapi dampak psikologis pascabencana, efeknya bisa berlangsung lama. Sebagai akademisi dan praktisi psikologi, kita harus membekali diri agar tidak gagap menghadapi persoalan kesehatan mental akibat bencana,” ujar Irianti.

Baca juga: PWM DKI Jakarta Lepas 20 Relawan Bencana Sumatera

Milad 117 H Muhammadiyah
Ahli Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Dr. Irianti Usman, MA. Foto/istimewa

Irianti kemudian membagikan pengalaman pribadinya saat gempa besar melanda Padang, Sumatera Barat, pada 2009. Saat itu, ia tengah mengajar di kampusnya di Amerika Serikat dan mengalami kepanikan hebat setelah mengetahui keluarga besarnya menjadi korban. Rumah dan toko milik keluarga rusak parah akibat gempa, sementara komunikasi baru dapat terjalin kembali beberapa hari kemudian. Dampak fisik dan mental yang dialami keluarga sangat berat dan membekas.

Sebagai Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora UM Bandung, Irianti mengapresiasi penyelenggaraan kuliah umum ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah konkret kampus dalam memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen terkait psikologi kebencanaan, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh secara mental dalam menghadapi krisis, baik bencana alam maupun guncangan sosial.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Program Studi Psikologi UM Bandung, Rika Dwi Agustiningsih, M.Psi., Psikolog. Ia menyampaikan bahwa bencana, baik alam maupun non-alam, merupakan bagian yang dekat dengan kehidupan manusia. Oleh karena itu, setiap individu perlu melakukan refleksi dan persiapan diri agar mampu memberikan bantuan, baik kepada sesama maupun kepada diri sendiri sebagai penyintas.

“Psikologi berperan besar dalam proses pemulihan dan pembentukan ketangguhan mental. Kuliah umum ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa, khususnya calon sarjana psikologi dan calon psikolog, untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan nilai kemanusiaan,” kata Rika.

Baca juga: Bencana Ekologis Menggila, Pemerintah Wajib Stop Kebergantungan Ekstraktif

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Adzanishari Mawaddah Rahmah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mendorong seluruh peserta memanfaatkan kegiatan ini untuk memperdalam pemahaman tentang psikologi kebencanaan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai momentum peningkatan kapasitas keilmuan mahasiswa melalui pembelajaran langsung dari para praktisi.

Menurutnya, kuliah umum ini rutin dilaksanakan setiap semester, namun kali ini dikemas dengan tema psikologi kebencanaan yang dinilai relevan dengan kondisi Indonesia sebagai negara rawan bencana. Kesiapsiagaan yang dibutuhkan tidak hanya bersifat fisik dan teknis, tetapi juga psikologis.

“Psikologi kebencanaan berperan sebelum, saat, dan setelah bencana, termasuk dalam penanganan trauma dan penguatan resiliensi penyintas. Kami berharap peserta memperoleh pemahaman yang utuh sekaligus kesiapan untuk berkontribusi langsung di lapangan,” ujar Adzanishari.

Kuliah umum ini menghadirkan tiga materi utama, yakni kebencanaan, kesiapsiagaan, dan peran relawan yang disampaikan oleh BPBD Provinsi Jawa Barat; psikologi kebencanaan oleh psikolog Tutty I. Sodjakusumah; serta materi Psychological First Aid (PFA) oleh psikolog Dinda Dwarawati. 

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This