JAKARTAMU.COM | Serangan udara Israel kembali mengguncang Gaza pada Selasa (14/4/2026) malam. Sebanyak empat warga sipil di Kamp Al-Shati, Gaza City tewas. Menurut laporan medis setempat, sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Beberapa jam sebelumnya, serangan artileri Israel juga menghantam sebuah kendaraan di Jalan Nafaq, Gaza City, menewaskan empat orang, termasuk seorang anak. Peristiwa ini menambah deretan tragedi yang menimpa warga sipil di tengah konflik berkepanjangan.
Data dari otoritas kesehatan Gaza mencatat, sejak ofensif Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, jumlah korban jiwa telah mencapai 72.336 orang, sementara 172.213 lainnya mengalami luka-luka. Angka ini menunjukkan skala penderitaan yang luar biasa, dengan mayoritas korban adalah warga sipil.
Kondisi di lapangan digambarkan semakin genting. Rumah sakit kewalahan menangani korban, sementara akses terhadap bantuan kemanusiaan masih sangat terbatas.

Dampak Kemanusiaan
Serangan terbaru ini menegaskan bahwa kamp pengungsian dan kawasan sipil tetap menjadi sasaran, meski komunitas internasional berulang kali menyerukan penghentian kekerasan. Situasi di Gaza kini bukan hanya krisis politik, tetapi juga krisis kemanusiaan yang mendesak perhatian dunia.
Organisasi internasional menekankan perlunya akses bantuan medis dan pangan yang lebih luas, serta perlindungan terhadap warga sipil yang terus menjadi korban
Serangan di Kamp Al-Shati terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Israel menyatakan operasi militernya ditujukan untuk menghentikan serangan kelompok bersenjata, namun fakta di lapangan menunjukkan tingginya jumlah korban sipil.
Kondisi ini memicu kritik global terhadap strategi militer Israel yang dianggap tidak proporsional dan melanggar hukum internasional.


