JAKARTAMU.COM | Perang terbuka antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memetakan ulang lanskap dukungan global. Washington dan Tel Aviv berdiri tegak pada garis serangan, disokong Kanada serta sejumlah sekutu Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Inggris yang secara tegas mengutuk aksi balasan Iran dan menegaskan hak Israel membela diri.
Negara-negara Teluk seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, juga Arab Saudi, kut mengecam serangan Iran ke wilayah mereka dan menyatakan hak untuk merespons. Ukraina juga menyalahkan Teheran sebagai pemicu rangkaian eskalasi.
Namun peta itu tidak sepenuhnya solid. Sebagian negara Eropa berdiri lebih dekat pada posisi Washington, sebagian lain memilih netral dengan menyoroti aspek risiko konflik regional yang meluas.
Baca juga: SBY soal Perang Iran-AS: Legacy versus Survival Interest

Norwegia misalnya, menyebut serangan awal Israel tidak sejalan dengan hukum internasional, sementara Belgia menyesalkan kegagalan jalur diplomatik. Uni Eropa sebagai institusi melalui para presidennya menyerukan penahanan diri semua pihak. Irlandia dan India mendorong de-eskalasi, sedangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan ancaman terhadap perdamaian global.
Di luar blok Barat, Iran memperoleh simpati atau dukungan terbuka dari Rusia, Cina, Pakistan, Turki, Venezuela, serta Hizbullah. Mereka menilai serangan AS–Israel sebagai pelanggaran hukum internasional atau tindakan yang memicu ketidakstabilan kawasan.
Eskalasi militer yang menjalar ke negara-negara Teluk membuat kekhawatiran akan konflik lebih luas semakin nyata. Berikut pernyataan kepala negara dan tokoh yang dirangkum dari Al Jazeera dan Kantor Berita IRNA:
Baca juga: Iran Balas Serang Pangkalan AS di Penjuru Timur Tengah: Kami Berhak Membela Diri
Presiden AS Donald Trump: Operasi tempur besar-besaran ke Iran bertujuan untuk “menghilangkan ancaman kawasan dan dunia.
PM Israel Benjamin Netanyahu: Serangan terhadap Iran akan situasi yang kondusif bagi rakyat Iran untuk mengambil nasib mereka sendiri.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer: Iran bisa mengakhiri ketegangan dengan kesediaan menghentikan program persenjataan.
Kementerian Luar Negeri Iran: Israel dan AS melanggar piagam PBB. Aset militer AS di mana pun adalah target balasan serangan yang sah.
Kelompok Hizbullah Lebanon: Mengutuk serangan AS-Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam P”BB.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres: Penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dan pembalasan selanjutnya oleh Iran di seluruh wilayah, merusak perdamaian dan keamanan internasional,.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa: Eskalasi konflik di Timur Tengah sangat mengkhawatirkan dan mendesak semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin, melindungi warga sipil, dan sepenuhnya menghormati hukum internasional.
Presiden Komite Palang Merah Internasional Mirjana Spoljaric: Menyerukan negara-negara untuk menghormati aturan perang dan mencegah kematian dan kehancuran lebih lanjut.
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi: Konflik tidak akan menguntungkan kepentingan AS maupun kepentingan perdamaian global, dan mendesak Washington untuk “tidak semakin terlibat”.
Presiden Prancis Emmanuel Macron: Eskalasi saat ini berbahaya bagi semua orang. Ini harus dihentikan dengan mendesak pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Kementerian Luar Negeri Qatar: Serangan Iran ke Pangkalan Udara AS, Al Udeid yang berada di wilayah Qatar merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan mereka berhak untuk membalas, sesuai dengan hukum internasional.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab: Serangan Iran terhadap wilayahnya adalah berbahaya dan pengecut, UEA punya “hak penuh” untuk membalas.
Bahrain: Serangan ke Markas Besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS di wilayahnya adalah pengkhianatan.
Kementerian Luar Negeri Kuwait: Serangan Iran di wilayahnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang mencolok. Mereka berhak untuk membalas.
Arab Saudi: Mengutuk keras serangan Iran terhadap negara-negara Teluk Arab dan memperingatkan akan adanya konsekuensi yang mengerikan.
Kementerian Luar Negeri Turki: Meminta semua pihak untuk mengakhiri spiral kekerasan, yang menurut mereka dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran.
Menteri Luar Negeri Ishaq Dar: Serangan AS dan Israel terhadap Iran tidak beralasan, mendorong perundingan untuk mencapai resolusi damai dan melalui negosiasi terhadap krisis tersebut”.
Wakil ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev: AS telah menggunakan pembicaraan nuklir dengan Iran sebagai kedok sebelum operasi militer. Mendesak komunitas internasional untuk segera memberikan penilaian objektif atas tindakan tidak bertanggung jawab AS.
Kementerian Luar Negeri China: Mendesak penghentian segera aksi militer di Iran dan menyerukan dimulainya kembali dialog dan negosiasi.
Kementerian Luar Negeri India: Menyerukan kepada semua pihak untuk “menahan diri” dan “menghindari eskalasi”.
Kementerian Luar Negeri Ukraina: Iran bertanggung jawab atas rangkaian peristiwa yang menyebabkan konflik tersebut.
Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth: Serangan awal Israel terhadap Iran melanggar standar hukum internasional.
Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot: Rakyat Iran tidak boleh menanggung akibat dari pilihan pemerintah mereka.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney: Kanada mendukung AS bertindak untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Perdana Menteri Irlandia, Michael Martin: Perlindungan nyawa warga sipil di Iran, di Israel, dan di semua negara tetangga harus menjadi prioritas utama saat ini.
Pemerintah Venezuela: Mengutuk dan sangat menyesalkan bahwa ketika negosiasi sedang berlangsung dan dikembangkan, jalur militer dipilih melalui serangan terhadap Iran.
Pemimpin Partai Komunis Jepang Shio Kazo: Serangan AS dan Israel terhadap Iran adalah pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB.


