​Wajah Kemanusiaan Politik pada Ramadan di Palmerah

Must Read

JAKARTAMU.COM | Bulan suci Ramadan selalu menjadi oase bagi penguatan kohesi sosial ​di sela deru debu pembangunan ibu kota. Hal ini pula yang terekam di sudut Jakarta Barat, tepatnya di Kompleks Slipi, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah. Kerja politik anggota dewan luruh dalam bentuk kepedulian nyata terhadap warga akar rumput.

​Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD DKI Jakarta, Husen, memilih mengisi masa reses informalnya dengan turun langsung ke tengah masyarakat. Bukan di ruang sidang yang dingin, Husen hadir di gang-gang sempit untuk membagikan paket bahan pokok kepada anak yatim dan kaum duafa.

​Kegiatan yang berlangsung dalam suasana guyub tersebut melampaui batas-batas seremonial pembagian bantuan. Husen memanfaatkan momentum ini untuk melakukan dialog dua arah. Sambil menyerahkan bantuan, ia tampak telaten menyapa warga satu per satu, menyerap keluhan, hingga mencatat aspirasi yang tercecer di lapangan.

​Menurut Husen, Ramadan adalah saat yang tepat untuk merefleksikan kembali tugas wakil rakyat. Bagi pria bergelar Magister Administrasi Publik ini, kehadiran fisik di tengah konstituen adalah sebuah kewajiban moral yang tidak bisa didelegasikan.

Milad 117 H Muhammadiyah

​”Ramadan adalah momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas sosial. Saya ingin hadir secara langsung, memastikan masyarakat merasakan perhatian dari wakilnya di gedung parlemen,” ujar Husen di sela kesibukannya menyapa warga.

​Ia menegaskan bahwa di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kerap menekan daya beli warga, dukungan terhadap kebutuhan dasar menjadi sangat krusial. Politik, baginya, harus memiliki wajah yang humanis dan hadir sebagai solusi nyata atas ketahanan ekonomi keluarga.

Aspirasi dan Infastruktur

​Respons positif pun mengalir dari warga. Hidaini, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan bahwa perhatian yang diberikan Husen tidak hanya terasa saat bulan suci. Ia mencatat sejumlah perbaikan infrastruktur di lingkungannya, mulai dari normalisasi saluran air hingga pengaspalan jalan, sebagai buah dari pengawalan aspirasi yang dilakukan oleh sang anggota dewan.

​”Kami merasa diperhatikan. Selain bantuan sembako ini, pembangunan fisik di lingkungan kami juga terus berjalan. Tentu ini sangat membantu kehidupan sehari-hari,” tutur Hidaini.

​Langkah Husen di Palmerah ini menjadi pengingat bahwa di balik perdebatan kebijakan yang kerap teknokratis, inti dari pengabdian publik adalah kemampuan untuk tetap terhubung dengan realitas sosial. Bantuan paket sembako tersebut memang diharapkan mampu meringankan beban warga menjelang Idulfitri, namun lebih dari itu, ia menjadi simbol keberadaan negara melalui wakilnya di tengah kesulitan rakyatnya.

Serangan Pesawat Nirawak di Gaza Tengah Tewaskan Dua Warga

JAKARTAMU.COM | ​Korban jiwa di jalur Gaza kembali berjatuhan. Sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami...

More Articles Like This