JAKARTAMU.COM | Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) DKI Jakarta dihadapkan pada dua pekerjaan besar sekaligus, yaitu memperkuat posisi strategis AMM dalam organisasi dan menembus ruang-ruang strategis di luar. Pesan itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DKIJakarta Zulfahmi Yasir Yunan dalam forum Temu Kader AMM DKI Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Dia menyebut persoalan paling yang menerpa kader AMM. Pertama, berkaitan dengan posisi AMM di internal Muhammadiyah DKI Jakarta. Zulfahmi mengatakan kader muda tidak boleh terus berada di lapisan pinggir dalam pengambilan keputusan. Peran itu harus direbut melalui kapasitas, bukan sekadar menunggu ruang yang diberikan.
”Kita harus hadir bukan karena diberi ruang tapi karena tidak mungkin diabaikan. AMM harus menjadi motor ide, penggerak program, dan penentu arah masa depan Muhammadiyah DKI Jakarta,” ujarnya.
Penguasaan ilmu, kemampuan manajerial organisasi, hingga keberanian masuk ke ruang strategis menjadi prasyarat agar AMM hadir sebagai kekuatan yang diperhitungkan. Logika yang dibangun sederhana: kehadiran kader tidak ditentukan oleh undangan, melainkan oleh kebutuhan organisasi terhadap kapasitas yang dimiliki.

Isu kedua yang disampaikan Zulfahmi adalah diaspora kader. Jakarta sampai saat ini masih menjadi pusat yang menentukan banyak arah bidang kehidupan, dari kekuasaan politik, ekonomi, hingga perkembangan sosial. Namun sejauh mana kader AMM sudah mengambil posisi? Ini pertanyaan yang perlu dijawab dengan tindakan.
“Apakah kita hanya kuat di forum internal, atau sudah menembus birokrasi, profesional, politik, dan media?” ucapnya.
Baginya, diaspora kader yang diinginkan adalah kehadiran yang membawa pengaruh nyata. Kader didorong untuk tampil sebagai pengambil kebijakan, intelektual publik, pelaku usaha mandiri, hingga aktor perubahan di berbagai lini kehidupan kota. “Diaspora kader harus mampu mengubah arah,” kata Zulfahmi.
Dua agenda tersebut, yakni penguatan internal dan ekspansi eksternal, berada dalam satu tarikan napas yang saling menguatkan. Basis kader yang solid di dalam organisasi menjadi fondasi untuk mendorong penetrasi ke luar, sementara keberhasilan di ruang publik akan kembali memperkuat posisi AMM dalam struktur Muhammadiyah.


