Sebagai dukungan konkret, pemerintah akan menambah alokasi dana riset dan inovasi bagi seluruh perguruan tinggi hingga Rp4 triliun. Brian menyebut kebijakan tersebut mencerminkan besarnya mandat yang diberikan Presiden kepada komunitas akademik.
“Itu gambaran besarnya amanat Presiden kepada perguruan tinggi, para peneliti, dan guru besar agar memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” katanya.
Dalam pertemuan yang sama, Presiden menyampaikan pandangan mengenai posisi strategis pimpinan perguruan tinggi dan guru besar sebagai kekuatan intelektual bangsa. Presiden menyebut mereka sebagai brains of our country yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap masyarakat.
“Para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar adalah brains of our country, kumpulan orang-orang pintar yang seharusnya memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Brian.

Prabowo meminta agar amanah tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan bangsa dan negara. Peran kalangan akademik, menurut Presiden, dinantikan oleh masyarakat luas.
“Para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar adalah orang-orang yang ditunggu perannya oleh rakyat dan bangsa,” pungkas Brian.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., mengungkapkan, presiden memang memberikan perhatian khusus pada peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak perubahan.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah komitmen pemerintah untuk meningkatkan dukungan terhadap riset dan pengembangan di perguruan tinggi sebagai fondasi pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan.
Rektor UM Metro menilai komitmen tersebut sebagai peluang sekaligus tanggung jawab bagi dunia kampus untuk memperkuat kualitas riset dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“UM Metro siap mengambil peran melalui penguatan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Ini sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, tajdid, dan pencerahan,” tegasnya.


