JAKARTAMU.COM | Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) M. Din Syamsuddin meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah tegas terhadap Israel dan Amerika Serikat atas serangan militer ke Iran. Ia menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan berpotensi memperluas konflik di kawasan.
“Serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke Iran adalah bentuk intervensi dan agresi terhadap teritorial negara lain. Itu mengganggu kedaulatan Iran dan tidak dapat dibenarkan,” kata Din dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (1/3/2026).
Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005–2010 dan 2010–2015 itu menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang mencederai upaya perdamaian global. Menurut dia, eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran berisiko memicu perang regional, bahkan perang global, serta berdampak luas terhadap dunia Islam.
Baca juga: Diserang 30 Rudal Israel, Iran Konfirmasi Khamenei Terbunuh

Din juga meminta negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menunjukkan solidaritas terhadap Iran. Ia mendorong negara-negara Islam bersikap tegas dalam menolak segala bentuk serangan terhadap kedaulatan negara anggota.
“Negara-negara anggota OKI harus menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, serta menentang setiap agresi terhadap negara Islam,” ujarnya.
Terkait posisi Indonesia, Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengingatkan pemerintah agar konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif sebagaimana diamanatkan konstitusi. Indonesia tidak berpihak tidak boleh kepada Amerika Serikat maupun Israel dalam konflik tersebut.
Baca juga: Muhammadiyah Itu Ortodoks yang Progresif, Puritan tapi Rasional
Din secara khusus menyoroti peran Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia meminta Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sikap tegas kepada kedua pemimpin tersebut agar tidak memperluas konflik.
“Pemerintah Indonesia harus berani menegur Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Netanyahu agar tidak mengobarkan perang yang bisa berdampak luas,” kata Din.
Ia juga mendesak Indonesia bersama negara-negara OKI mendorong PBB mengambil langkah konkret untuk mencegah perang dan menindak para pemimpin negara yang dinilai menjadi sumber instabilitas global.
Selain itu, Din menilai serangan AS-Israel berkaitan dengan posisi Iran tersebut sebagai pendukung kemerdekaan Palestina. Ia menyinggung pun “Board of Peace” yang digagas Presiden Donald Trump, yang menurutnya tidak berjalan efektif.
“Faktanya, Israel tetap meningkatkan tekanan dan serangan terhadap Palestina, sementara pihak-pihak yang tergabung dalam Board of Peace justru bungkam,” ujarnya.


