Dikdasmen PDM Jakarta Timur Matangkan Agenda Menuju Rakornas di Makassar

Must Read

JAKARTAMU.COM | Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Formal (Dikdasmen PNF) PDM Jakarta Timur menggelar rapat persiapan pada Rabu (11/2/2026) untuk menghadapi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah di Makassar, 13–15 Februari 2026. Forum ini difokuskan pada penyusunan masukan atas tujuh isu strategis yang akan dibahas di tingkat nasional, mulai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) hingga strategi pengembangan talenta unggul dan peningkatan daya saing lulusan.

Rapat menjadi ruang konsolidasi agar delegasi Jakarta Timur datang dengan agenda yang terstruktur dan berbasis pengalaman lapangan. Sejumlah persoalan teknis dan kebijakan dirumuskan sebagai bahan intervensi dalam sidang-sidang Rakornas.

Pada rakornas nanti, delegasi PDM Jakarta Timur diwakili Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Harmonis, Ph.D, dan Wakil Sekretaris Drs. Dedi Iswantara, M.Pd. Harmonis menyatakan bahwa pembekalan sebelum keberangkatan penting agar dalam rakornas suara daerah tidak terlepas dari konteks.

Baca juga: Lepas Kontingen Olympicad VIII, PWM DKI Jakarta Targetkan 80% Raih Medali

Milad 117 H Muhammadiyah

“Kami ingin memastikan setiap isu, dari SPMB sampai penguatan talenta unggul, dibahas dengan mempertimbangkan realitas sekolah di Jakarta Timur. Rakornas harus menjadi forum solusi,” ujar Harmonis.

Rakornas Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah tahun ini membahas sejumlah agenda strategis. Menteri Pendidikan Nasional yang juga Sekretaris PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Mukti, M.Pd, dijadwalkan hadir memberikan pengarahan sekaligus membuka acara.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D, menyebut Rakornas sebagai momentum memperkuat sinergi antarwilayah dalam pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan.

“Rakornas Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah se-Indonesia dapat menjadi ruang berbagi praktik baik dan penguatan tata kelola AUM pendidikan di berbagai daerah, baik di wilayah barat, tengah, maupun timur Indonesia,” kata Didik Suhardi.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menghidupkan kembali etos kerja Kiai Ahmad Dahlan melalui semangat bergerak, berilmu, dan beramal, serta menghadirkan pembaruan dan inovasi pendidikan yang berkemajuan.

ISKI Ingatkan AI Dapat Mengaburkan Informasi, Kepercayaan Publik Terancam

JAKARTAMU.COM | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai membuat batas antara informasi benar dan palsu semakin sulit dibedakan. Kondisi itu...

More Articles Like This