Gandeng BPSDMP Kominfo Bandung, Muhammadiyah Siapkan Pandu Digital di Sekolah

Must Read

JAKARTAMU.COM | Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjajaki kerja sama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kementerian Komunikasi dan Digital Bandung. Kerja sama tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Program Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas). 

Kerja sama diarahkan pada penguatan keterampilan digital siswa dan pendidik di lingkungan Muhammadiyah. Materi yang disiapkan mencakup desain grafis, keamanan siber dasar, pemrograman, analitik data, pengelolaan konten digital, pemasaran digital, serta digital copywriting berbasis kecerdasan artifisial.

Kepala BPSDMP Kominfo Bandung, Nur Azizah, menyatakan bahwa pembentukan Pandu Digital merupakan langkah strategis untuk memastikan pemanfaatan teknologi digital di sekolah berjalan aman dan bertanggung jawab.

Baca juga: Satumu Jadi Motor Transformasi Digital di PWM Kalimantan Timur

Milad 117 H Muhammadiyah

“Kami mengapresiasi koordinasi strategis bersama Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dalam pembentukan Pandu Digital di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat implementasi PP TUNAS, khususnya dalam menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang aman, beretika, dan berpihak pada perlindungan anak,” ujar Nur Azizah dalam pertemuan di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Selain pelatihan teknis, BPSDMP Kominfo Bandung juga menawarkan program Training of Trainers (ToT) Pandu Digital bagi guru Muhammadiyah. Program ini menargetkan terbentuknya sedikitnya dua Pandu Digital di setiap sekolah sebagai penggerak literasi digital dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan. 

Pada tahap awal, implementasi direncanakan menjangkau sekolah-sekolah Muhammadiyah di tiga hingga empat kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dan Banten sebagai model penguatan literasi dan keamanan digital yang berkelanjutan.

Baca juga: Dakwah Bil Kalam, Berselancar dalam Arus Digitalisasi

Koordinasi antara BPSDMP Kominfo Bandung dan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah ini menjadi langkah awal implementasi PP TUNAS di sekolah. Program tersebut diposisikan sebagai upaya membangun ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuhnya generasi sehat, cerdas, dan berperilaku bijak, termasuk dalam penggunaan ruang digital.

Nur Azizah berharap Pandu Digital berperan sebagai agen perubahan di satuan pendidikan, baik bagi guru maupun peserta didik. “Pandu Digital tidak hanya meningkatkan literasi dan kecakapan digital, tetapi juga memastikan penggunaan teknologi berlangsung secara bertanggung jawab serta mencegah risiko kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan ruang digital di sekolah,” katanya.

Kuatnya jaringan pendidikan Muhammadiyah, lanjut dia, membuka peluang pengembangan model pengelolaan pendidikan digital yang dapat direplikasi secara lebih luas. “Dengan komitmen Muhammadiyah di bidang pendidikan, kami optimistis model ini dapat menjadi praktik baik nasional. Untuk tahap percontohan, pelaksanaannya difokuskan di beberapa kabupaten dan kota di wilayah kerja kami, yakni Jawa Barat dan Banten,” ucapnya.

BPSDMP Kominfo Bandung merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital dengan wilayah kerja meliputi Provinsi Jawa Barat dan Banten, kecuali Kab. bekasi dan Kota Bekasi.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This