Haedar Nashir: Demokrasi dengan Kekerasan Meruntuhkan Kesatuan Bangsa

Must Read

JAKARTAMU.COM | Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., mengingatkan perlunya menjaga persatuan nasional di tengah dinamika demokrasi. Ia mengajak masyarakat untuk memaknai demokrasi secara bertanggung jawab, beradab, sekaligus waspada terhadap potensi kekerasan yang bisa mengancam keutuhan bangsa.

Pesan itu disampaikan Haedar usai mengikuti silaturahmi dan dialog antara 16 pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (30/8/2025) malam.

“Kami punya pandangan yang sama bahwa kita, kekuatan ormas Islam sebagai kekuatan yang punya sejarah panjang di Republik ini dalam kemerdekaan dan pasca kemerdekaan, memahami dan menghayati betul bahwa persatuan, keutuhan, dan masa depan bangsa itu perlu kita jaga bersama,” ujar Haedar.

Baca juga: Muhammadiyah Berbelasungkawa untuk Affan Kurniawan, Serukan Kekerasan Dihentikan

Milad 117 H Muhammadiyah

Ia menambahkan, selama kurang lebih tiga jam berdialog, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keterbukaan dalam menerima masukan dari para pimpinan ormas Islam.

”Kami memahami demokrasi dan aspirasi, tetapi hendaknya dapat memanfaatkan demokrasi itu dengan penuh pertanggungjawaban, keadaban, dan mewaspadai agar tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan serta perbuatan-perbuatan yang meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dalam forum yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menilai pertemuan tersebut berlangsung dengan suasana saling terbuka untuk memahami secara utuh persoalan bangsa yang sedang dihadapi. Ia menyebut para pimpinan ormas berkomitmen mendukung langkah pemerintah.

Baca juga: Muhammadiyah: Kapolri Wajib Mundur atau Dicopot

“Kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu berupaya untuk mengatasi keadaan, untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang,” kata Gus Yahya. Dalam kesempatan itu ia hadir bersama sejumlah menteri, Ketua MPR RI, dan Kepala BIN.

Gus Yahya juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia dapat melewati berbagai tantangan dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mendapat dukungan dari para pemimpin umat. Ia menyebut akan ada tindak lanjut pertemuan di Istana Negara.

“Mudah-mudahan di sana nanti akan ada sesuatu yang bisa dinyatakan sebagai tekad bersama, kesepakatan bersama antara Presiden Prabowo Subianto dengan ormas-ormas Islam sebagai perwakilan dari tubuh umat Islam di Indonesia ini,” pungkasnya. (*)

Serangan Pesawat Nirawak di Gaza Tengah Tewaskan Dua Warga

JAKARTAMU.COM | ​Korban jiwa di jalur Gaza kembali berjatuhan. Sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami...

More Articles Like This