YOGYAKARTA, JAKARTAMU.COM | Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meresmikan Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) di Amphiteater Museum Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (30/8/2025). Pusat studi ini diproyeksikan sebagai wadah riset, diskusi, advokasi kebijakan, dan kerja sama lintas disiplin yang diharapkan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Peluncuran PSKP dihadiri sivitas akademika, aktivis, dan perwakilan organisasi mahasiswa se-Yogyakarta. Acara turut dihadiri Rektor UAD, Prof. Muchlas, M.T., dan Kepala PSKP, Dr. Azaki Khoirudin, M.Pd., serta dirangkaikan dengan seminar bertajuk “Kampus: Kebijakan Publik dan Riset Berdampak” dan pelatihan Kelas Opini Publik.
Dalam sambutannya, Dr. Azaki Khoirudin menegaskan bahwa PSKP akan beroperasi berdasarkan nilai-nilai UAD dengan landasan akademik yang kuat, sekaligus menghubungkan berbagai program studi.
“Kami akan memulai riset bertajuk 7 Anak Indonesia Hebat yang melibatkan dosen-dosen terkait. Selain riset, PSKP juga akan fokus pada diskusi, advokasi kebijakan, dan kolaborasi lintas kemitraan,” ujarnya.

Ia menambahkan, PSKP juga menggelar pelatihan Kelas Opini Publik yang didampingi mentor berpengalaman.
“PSKP menjadi wadah transisi bagi teman-teman untuk bergabung, dan pasca-peluncuran ini, kami akan menggelar berbagai kegiatan riset dan pelatihan ke depannya,” kata Azaki.
Rektor UAD, Prof. Muchlas, M.T., menekankan bahwa pembentukan PSKP adalah langkah penting untuk menempatkan kampus sebagai mitra kritis dalam perumusan kebijakan publik.
“Saat ini, kita tidak bisa lepas dari kebijakan-kebijakan pemerintah. UAD perlu memberikan komitmen untuk mencermati kebijakan yang dibuat agar dapat memberikan masukan yang konstruktif,” ujarnya.
Ia berharap PSKP mampu menghadirkan kajian yang berdampak langsung pada masyarakat dengan pendekatan ilmiah dan kolaboratif.
Seminar peluncuran menghadirkan dua narasumber: Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D. (Penasihat Ahli Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI) serta Dr. Phil. Ahmad Norma Permata, S.Ag., M.A. (Dewan Pakar Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik). Keduanya menyoroti peran perguruan tinggi dalam menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan kebijakan publik.
Acara dilanjutkan dengan Kelas Opini Publik, sebuah pelatihan menulis opini berbasis data sebagai upaya memperkuat kapasitas sivitas akademika dan mahasiswa.
Ia menambahkan bahwa pusat studi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif.
Acara peluncuran PSKP dirangkai dengan Seminar bertema “Kampus: Kebijakan Publik dan Riset Berdampak” yang menghadirkan dua narasumber ternama, yaitu Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D. (Penasihat Ahli Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia) dan Dr. Phil. Ahmad Norma Permata, S.Ag., M.A. (Dewan Pakar Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik).
Seminar ini membahas peran kampus dalam menghasilkan riset yang berdampak pada kebijakan publik. Setelah seminar, acara dilanjutkan dengan Kelas Opini Publik sebagai bagian dari upaya PSKP untuk meningkatkan kemampuan menulis opini yang kritis dan berbasis data.
Peluncuran PSKP ini menandai langkah strategis UAD dalam memperkuat peran akademiknya di ranah kebijakan publik. Ke depan, PSKP akan menjadi platform bagi sivitas akademika untuk menghasilkan solusi berbasis penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah.


