JAKARTAMU.COM | Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PP IKA ITS) menyampaikan pernyataan sikap atas situasi sosial politik yang berkembang di Jakarta dan sejumlah daerah, pasca unjuk rasa akhir Agustus 2025.
Dalam pernyataan tertulis pada 30 Agustus 2025, IKA ITS menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Doa kami panjatkan agar almarhum mendapat ampunan dari Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan,” demikian bunyi pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua Umum PP IKA ITS, Wiluyo Kusdwiharto dan Sekretaris Jenderal Herman Prasetyo.
IKA ITS menyerukan agar seluruh alumni, civitas akademika, dan masyarakat luas tetap menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menjaga semangat persatuan bangsa. Aspirasi dan kritik, menurut mereka, perlu disampaikan secara beradab, damai, dan konstruktif, baik di ruang publik maupun melalui saluran komunikasi lainnya.
Selain itu, IKA ITS mengimbau para pemimpin eksekutif, legislatif, dan yudikatif agar mengutamakan kebijakan yang berpihak pada rakyat, terutama kelompok kecil, lemah, dan terpinggirkan.

“Kami mendorong agar setiap pengambil keputusan menggunakan kewenangan dengan penuh tanggung jawab, hati nurani, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok”.
IKA ITS juga berharap momentum ini dapat menjadi kesempatan bagi para pemimpin republik untuk memperkuat pengabdian, memperbaiki tata kelola, serta menghadirkan pelayanan publik yang tulus, adil, dan transparan. Dengan kepemimpinan yang berintegritas, masyarakat diyakini akan merasakan perlindungan, keadilan, serta pengayoman yang menumbuhkan persatuan dan kesejahteraan bersama. (*)


