Israel Cegat Armada Bantuan Global Sumud Flotilla

Must Read

JAKARTAMU.COM | Kekhawatiran masyarakat internasional benar-benar terjadi. Pasukan Israel mencegat dan menaiki sejumlah kapal yang membawa aktivis asing dan bantuan kemanusiaan menuju Gaza, Kamis (2/10/2025). Aksi ini, yang disebut sebagai “intersepsi ilegal” di perairan internasional oleh penyelenggara armada, telah menuai kecaman luas dari berbagai pemimpin dan pemerintah di seluruh dunia.

Menurut sistem pelacakan armada, beberapa kapal berhasil dihentikan, sementara yang lain masih melanjutkan perjalanan menuju wilayah Palestina yang terkepung tersebut.

Penyelenggara “Sumud Flotilla” mengeluarkan pernyataan keras, mengutuk tindakan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional. Kelompok “March to Gaza Greece,” yang merupakan bagian dari flotilla, menyebut aksi tersebut sebagai “pembajakan berulang yang melanggar hukum internasional dan hukum laut,” serta mendesak pemerintah Yunani untuk melindungi warganya yang berada di atas kapal.

Reaksi keras juga datang dari berbagai negara dan organisasi internasional. Kementerian Luar Negeri Turki bahkan menyebut aksi Israel sebagai “serangan teror” yang membahayakan nyawa warga sipil. Kejaksaan Istanbul telah membuka penyelidikan atas penahanan 24 warga Turki dengan tuduhan perampasan kebebasan, penyitaan alat transportasi, dan perusakan properti.

Milad 117 H Muhammadiyah

Di Kolombia, Presiden Gustavo Petro mengambil tindakan tegas dengan memerintahkan pengusiran seluruh diplomat Israel dan mengakhiri perjanjian dagang antara kedua negara setelah dua warganya ditahan. Petro menyebut penahanan tersebut sebagai “kejahatan internasional baru” yang dilakukan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menuntut pembebasan segera.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, juga menyampaikan kecaman keras dan mengungkapkan bahwa delapan warga Malaysia turut ditahan oleh Israel. “Dengan menghalangi misi kemanusiaan, Israel menunjukkan penghinaan, bukan hanya terhadap hak-hak rakyat Palestina, tetapi juga terhadap nurani dunia,” tegas Anwar Ibrahim.

Aksi Israel ini memicu gelombang demonstrasi di berbagai kota di Italia dan Kolombia. Serikat pekerja di Italia bahkan menyerukan mogok nasional pada hari Jumat sebagai bentuk solidaritas terhadap armada bantuan internasional.

Pihak Israel sendiri berdalih bahwa armada tersebut memasuki zona pertempuran aktif dan melanggar blokade sah yang berlaku. Militer Israel menawarkan penyaluran bantuan melalui jalur aman menuju Gaza, alih-alih melalui armada sipil.

Sebelumnya, rekaman video dari Kementerian Luar Negeri Israel memperlihatkan aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, berada di geladak kapal dengan dikelilingi tentara Israel. Kemenlu Israel mengklaim bahwa sejumlah kapal dalam armada “Hamas-Sumud” berhasil dihentikan dengan aman dan para penumpangnya dibawa ke pelabuhan Israel. “Greta dan rekan-rekannya dalam kondisi sehat dan selamat,” demikian pernyataan resmi Kemenlu Israel.

Armada “Global Sumud Flotilla” terdiri atas lebih dari 40 kapal sipil dengan sekitar 500 penumpang, termasuk anggota parlemen, pengacara, dan aktivis, yang membawa makanan dan obat-obatan untuk Gaza. Para penumpang juga mengunggah video di media sosial Telegram, sambil menunjukkan paspor mereka dan mengklaim telah diculik serta dibawa ke Israel secara paksa, sembari menegaskan bahwa misi mereka murni kemanusiaan dan tanpa kekerasan.

Kehadiran armada ini menjadi simbol perlawanan internasional terhadap blokade Israel di Gaza. Perjalanannya di Laut Tengah menyita perhatian global, dengan Turki, Spanyol, dan Italia menyiagakan kapal maupun drone untuk melindungi warganya, meskipun Israel berulang kali memperingatkan agar armada itu berbalik arah.

Serangan Pesawat Nirawak di Gaza Tengah Tewaskan Dua Warga

JAKARTAMU.COM | ​Korban jiwa di jalur Gaza kembali berjatuhan. Sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami...

More Articles Like This