DEPOK, JAKARTAMU.COM | Kepemimpinan kolegial merupakan kunci penguatan organisasi ‘Aisyiyah menghadapi perubahan zaman. Prinsip ini menekankan musyawarah, kebersamaan, dan akuntabilitas dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga keberagaman latar belakang anggota dapat diakomodasi dengan baik.
“Seorang pemimpin harus mampu membangun harmoni. Kepemimpinan kolegial perlu diwujudkan dalam praktik sehari-hari, mengingat banyak anggota dari beragam latar belakang yang masuk ke dalam ‘Aisyiyah,” ujar Ketua Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (MPK PPA), Prof. Mami Hajaroh, saat memfasilitasi diskusi bertema Kepemimpinan Kolegial di ‘Aisyiyah pada kegiatan Baitul Arqam PP ‘Aisyiyah di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, Sabtu (23/8/2025).

Dalam diskusi tersebut, Prof. Mami mengajak peserta menelaah lima hal untuk memperdalam pemahaman kepemimpinan kolegial. Pertama, pernyataan sikap dalam kepemimpinan kolegial; kedua, rangkap jabatan dan potensi konflik kepentingan; ketiga, regenerasi kepemimpinan di masa depan; keempat, kolaborasi dalam kepemimpinan kolegial; dan kelima, pemahaman ideologi bagi pimpinan baru. Setiap tema dibahas melalui studi kasus organisasi, lalu dianalisis dengan pendekatan SWOT untuk merumuskan langkah strategis.
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. Rohimi Zam Zam, menegaskan pentingnya konsolidasi internal agar prinsip kolegial benar-benar berjalan. “Musyawarah, keterbukaan, dan koordinasi lintas majelis perlu dijalankan. Kader muda juga harus diberi ruang untuk berperan, dengan tetap menempatkan ideologi Islam berkemajuan sebagai dasar gerakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran para profesional dalam organisasi penting untuk diperkuat, namun tetap harus sejalan dengan ideologi ‘Aisyiyah. Orientasi bagi pimpinan baru, menurut Dr. Rohimi, perlu dilakukan sejak awal agar mereka memahami arah gerakan dan mampu melanjutkannya secara konsisten.
Sebagai organisasi perempuan Islam yang berdiri lebih dari satu abad, ‘Aisyiyah telah memberi kontribusi besar melalui amal usaha strategis di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi sosial-keagamaan. Sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, dan lembaga ekonomi yang dikelola menjadi bukti nyata peran ‘Aisyiyah dalam pembangunan bangsa dan pelayanan masyarakat.


