JAKARTAMU.COM | Terik matahari di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan tak menyurutkan langkah puluhan tokoh lintas generasi Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta memasuki kompleks Kampus Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta (UTMJ) Minangkabau, Minggu (5/4/2026). Gelak tawa dan jabat tangan erat mewarnai suasana Halalbihalal Alumni Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta siang itu.
Pertemuan ini menjadi ruang nostalgia sekaligus ajang konsolidasi gagasan bagi organisasi otonom Muhammadiyah. Sejumlah tokoh yang pernah menakhodai Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta hadir, membentuk mosaik sejarah kepemimpinan yang panjang.
Di antara deretan kursi depan, hadir sosok Prof. Dr. Agus Suradika, M.Pd, yang dikenal sebagai akademisi sekaligus Rektor Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta dan tokoh senior Muhammadiyah. Duduk berjajar, tampak pula mantan ketua lainnya seperti H. Fadhli Arsil, S.Kom, M.Si, Yahya Abdul Habib, SE, serta Syahrul Hasan, ST, M.AP, M.M. Kehadiran mereka menambah serunya acara ini.
Testimoni dan Harapan
Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi panggung bagi para mantan ketua untuk berbagi narasi masa lalu. Dalam testimoninya, para mantan Ketua tersebut mengenang dinamika kepengurusan di zamannya masing-masing, mulai dari tantangan sosial-politik di Jakarta hingga upaya membumikan dakwah amar makruf nahi mungkar di kalangan pemuda urban.

”Setiap masa memiliki tantangannya sendiri, namun ruh gerakan Pemuda Muhammadiyah harus tetap tegak,” ujar salah satu senior di sela-sela acara.
Selain mengenang masa lalu, fokus pembicaraan tertuju pada proyeksi masa depan. Harapan besar dititipkan kepada kepengurusan saat ini agar Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta tetap relevan sebagai kawah candradimuka bagi pemimpin masa depan yang memiliki integritas dan kedalaman intelektual.
Selanjutnya, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta saat ini, Zulfahmi Yasir Yunan, S.Sos.I, M.IP menyampaikan bahwa kehadiran para senior dan alumni merupakan suntikan energi moral bagi para kader aktif. Menurutnya, pengalaman para pendahulu adalah kompas yang berharga dalam menavigasi organisasi di tengah kompleksitas Jakarta.


