LANGKAT, JAKARTAMU.COM | Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara menggelar pelatihan khusus untuk mempercepat penerapan sistem data terpadu Muhammadiyah di daerah. Kegiatan Training of Trainer (ToT) Satu Data Muhammadiyah berlangsung di Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu, Langkat, Sabtu (7/3/2026).
“Pengelolaan data organisasi harus terintegrasi agar pengambilan keputusan di Muhammadiyah berbasis data yang akurat,” kata Wakil Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Amir Nashiruddin, dalam sesi pemaparan.
Pelatihan tersebut diikuti perwakilan pimpinan Muhammadiyah dari berbagai tingkatan organisasi di Sumatera Utara. Tercatat 27 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) hadir secara langsung, bersama unsur dari 35 PDM, 230 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), serta 214 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu M. Amir Nashiruddin dan Fauzan Anwar yang menjabat Kepala Bagian Sinergi Program dan Kerja Sama Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Materi pelatihan berfokus pada penguatan ekosistem digital organisasi serta pemanfaatan platform Satumu sebagai sistem pengelolaan data Muhammadiyah.

Fauzan Anwar menjelaskan bahwa sistem digital tersebut dirancang untuk mengintegrasikan data organisasi dan keanggotaan Muhammadiyah dari berbagai tingkatan. “SatuMu menjadi platform yang menghubungkan data organisasi dari pusat hingga ranting sehingga proses administrasi dan pengelolaan organisasi lebih tertata,” ujarnya.
Pengembangan dan implementasi sistem digital Muhammadiyah juga didukung oleh Muhammadiyah Software Labs (Labmu), tim pengembang yang selama ini mengerjakan berbagai aplikasi dan platform digital Persyarikatan.
Melalui pelatihan ini, para peserta dipersiapkan menjadi pelatih di daerah masing-masing untuk mengaktifkan serta mengoperasikan sistem SatuMu. PWM Sumatera Utara menargetkan penerapan sistem data tersebut dapat menjangkau seluruh struktur organisasi secara bertahap sehingga pengelolaan data Muhammadiyah di wilayah itu lebih sistematis dan terintegrasi.


